Thursday, 15 December 2011

Komunitas Mio Automatic Club Medan


Ada pemandangan berbeda bila melihat areal parkiran Mesjid Raya, Jalan Sisingamangaraja, setiap Jumat malam. Belasan hingga puluhan sepeda motor Yamaha Mio kerap ngumpul disana. Jangan buruk sangka dahulu. Mereka bukan lah bagian dari geng motor. Namun, pecinta sepeda motor Yamaha Mio yang memiliki kreatifitas.

Sepeda motor ternyata bisa dijadikan sarana untuk berkreatifitas. Hal itu lah yang ditunjukan para pencinta sepeda motor Yamaha Mio di Medan, tergabung dalam Mio Automatic Club (MAC). “Kita ingin merangkul masyarakat dan pingin saling berbagi. Bukan seperti geng motor. Banyak tidak tahu membedakan mana geng motor dan yang tidak,” sebut Ardini Dwi Cahyanti, Sekretaris MAC.

Sejak resmi dideklarasikan pada 28 April 2006 lalu. MAC Medan kini berjumlah 50 orang anggota tetap dan lebih dari 100 orang simpatisan. Sepanjang perjalanan, MAC banyak melakukan kegiatan menyalurkan kreatifitas bagi pecinta mio di club ini. Kegiatan dibagi berdasarkan divisi yang dibentuk di club ini. Ada divisi modifikasi kontes, divisi touring dan divisi event.

Bagi gemar memodifikasi bisa menyalurkan kreatifitas ke divisi modifikasi kontes. Hasilnya, tidak sedikit prestasi yang sudah diraih. Dalam event Djarum Black pada tahun 2006 lalu misalnya, meraih juara satu, dua dan tiga. Satu tahun kemudian, meraih juara pertama kelas Matic Custom, juara pertama kelas Air Brush dan menjadi Best of The Best Club dalam event Black Moto Defive .

Untuk divisi touring, komunitas ini mengikuti touring akbar Medan-Sabang, Medan-Bali dengan tema “ Mio Menembus Langit” untuk menguji ketangguhan matic yang disponsori PT Alfa Scorpii, main dealer Yamaha Motor di Medan dan Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) pada tahun 2007.

“Kami juga aktif melakukan event untuk membatu meningkatkan sektor pariwisata dan kegiatan sosial melalui kegiatan bertajuk Mio Jelajah Desa dan Yamaha Gerebek Kampung,” kata Boyke, salah satu founder MAC. Kegiatan sosial yang sering dilakukan diantaranya, berbagi dengan warga Panti Asuhan mejelang hari Raya Idulh Fitri dan Natal.

Berawal dari Pantai Cermin

Perjalanan terbentuknya MAC memiliki kisah tersendiri. Menurut Fery Cheper , salah satu founder terbentuknya MAC berawal dari hobi mereka memodfikasi mio sejak tahun 2004 laluyang hadir dalam acara roadshow modifikasi yang diadakan Yamaha di Pantai Cermin, Sedang Bedagai tahun 2006 lalu.

Sejak itu muncul ide untuk membentuk MAC dengan founder Fery Cheper, Rahmad Hidayat dan Boyke serta PT Alfa Scorpii sebagai pelindung. Uniknya, komunitas ini juga diisi kalangan yang sudah berkeluarga dari berbagai latar belakang profesi dan pekerjaan mulai dari dokter, entertaiment, mekanik dan yang lainnya. “Disini, kita tidak ada penekanan sama anggota. Kita disini having fun dalam konteks berkreatifitas untuk memajukan club,” tambah Ardini Dwi Cahyanti yang akrab disapa dynee ini.

Komunitas ini selalu terbuka bagi yang ingin bergabung. Namun demikian, belum tentu bisa langsung diterima menjadi anggota tetap karena pengesahaan keanggotaan harus melalui musyawarah besar dan pelantikan. “Selain itu pertama harus mengikuti minimal empat kali touring. Disini kita melakukan penilaian khusus apakah dalam touring care sesama teman,” kata Boyke.

Bagi yang lolos memenuhi persyaratan dan resmi menjadi anggota. MAC akan memberikan Kartu Keanggotaan, Seragam, Bendera, Stiker MAC yang wajib dibawa setiap anggota dalam setiap pertemuan dan kegiatan.

Wajib Patuhi Peraturan

Meski tidak ada penekanan kepada anggota, bukan berarti bergabung di club ini bisa berbuat sesuka hati. MAC sangat menekankan setiap anggota untuk tertib berlalu-lintas di jalanan. Tidak itu saja, anggota MAC juga diwajibkan berperan aktif dalam mensosialisasikan tertib berlalu-lintas kepada masyarakat.

Peraturan ini harus dipatuhi karena sudah tertuang dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) MAC sendiri. Bila demikian, dambaan kota Medan menjadi kota tertib berlalu-lintas bisa terwujud.

Side Bar

Pelindung : PT Alfa Scorpii

Penasehat : Adek Rizal, Malik Maulana , Abd Harun

Ketua : Alvi Syahrin

Wakil Ketua : Dhany Ramadhany

Sekretaris : Ardini Dwi Cahyati

Bendahara : Hery

Sekretariat : Jl Ketapang No 19 B, SKIP, Medan

Sang Petualang Mobil VW


Dua unit mobil Volkswagen (VW) menghuni halaman sebuah rumah di jalan Brigjen Bejo Gang Mawar II Nomor 7, Helvetia, Medan, Kamis pertengahan Oktober lalu. Satu unit VW Combi Jerman warna coklat buatan tahun 1979. Tidak jauh dari pintu gerbang rumah sebuah mobil VW Safari buatan tahun 1977 dengan tampilan warna merah dan kuning apik terlihat.

Kedua mobil VW itu adalah koleksi Amir Chitago (60), seorang mantan pebisnis perikanan di pelabuhan Gabion, Belawan. Tak hanya kedua mobil VW itu, bersama seorang temannya bernama Sugianto saat ini sedang merestorasi sebuah mobil VW Combi Brazil di bengkel yang rencanya untuk direntalkan.

Meski memiliki mobil lain buatan Jepang. Hingga saat ini ia masih tetap memilih kedua mobil VW itu sebagai mobil favorit. “Banyak kenangan dan kesan yang saya alami bersama kedua mobil VW ini. Saya tidak akan pernah menjualnya,” sebuat Amir Chitago.

Alasan Amir, kedua mobil VW itulah menemaninya dan membawanya kemana saja, hingga menempuh perjalan panjang dari Pulau Sumatera-Pulau Jawa dan Pulau Bali. Tak lupa pria ini pun selalu menyertakan istrinya, meski melalui jalaur-jalur rawan dan berbahaya. Uniknya, ia selalu mencatat kisah-kisah yang dialaminya dan biaya pengeluaran di sepanjang perjalanan.

Untungnya, terbiasa melakukan perjalan jauh dengan mengenadari mobil dan berhadapan dengan pekerjaanya yang penuh tantangan. Membuat Amir tidak takut untuk mengemudikan mobil melewati jalur-jalur yang berbahaya. “Saya ini dari dulu memang suka tantangan. Lebih dari ini saya sudah sering hadapi,” ujarnya.

Kisah perjalannya menggunakan mobil VW menempuh perjalanan jauh, pertama kali dilakukan setelah membeli mobil VW Safari dari sebuah Bengkel di Jalan Gatot Subroto, sekitar tahun 1982 lalu. Mobil VW Safari itu kemudian dimodifikasi diantaranya pergantian warna, rem cakram dengan rem cakram VW Combi dan sejumlah bagian lain. Sementara untuk mesin, masih tetap original.

Adalah kota Kediri, Jawa Timur, salah satu yang s didukunjunginya. Kota ini merupakan kota kelahiran istri pertamanya Suti Admaja yang kini telah almarhumah. Dari kota Kediri ia kemudian melanjutkan perjalanan hingga ke Pulau Bali bersama Suti Admaja dan kemudian kembali ke Medan.

Selain itu, ia pernah melakukan perjalanan ke Madiun menghadiri undangan Club VW di kota Pecel dan Brem itu sekitar Maret tahun 2002 lalu. Kunjung ke Madiun, membuatnya mendapat penghargaan sebagai peserta terjauh. Amir juga pernah mendapatkan penghargaan modifikasi VW safari terbaik sekitar tahun 1990 an. “Mobil VW Safari ini sudah kemana-mana,” tuturnya.

Namun peristiwa yang tak pernah terlupakan Amir Chitago dari VW Safari. Perjalananya yang sempat tertunda akibat kecelakaan yang menimpanya dengan sebuah mobil truk pengangkut balok kayu di tikungan Jangga, Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir beberapa tahun silam yang membuatnya harus menjalani rawat nginap sekitar 1 bulan di Rumah Sakit HKBP, Balige.

Perjalanan dengan VW Combi

Tak hanya mengunakan VW Safari, perjalanan panjang juga sudah beberapa kali dilakukannya dengan mengendarai VW Combi Jerman yang dibelinya sekitar tahun 1986 lalu. Amir juga memodifikasi mobil VW Combinya diantaranya dengan merombak sebahagian interior dalam mobil VW Combinya layaknya seperti berada di sebuah rumah.

Amir memasang keramik pada lantai mobil, menyediakan perabotan seperti lemari dan meja, memasang sejumlah cok listrik untuk keperluan memasak dan sebuah TV layar datar. Untuk keamanan mobil selama perjalanan, mobil juga dilengkapi peralatan bengkel dan las.

Setiap melakukan perjalanan pria murah seyum ini, selalu membuat persiapan minimal 1 bulan sebelum keberangkatan. Uniknya, ia selalu memilih hari Jumat sebagai start awal perjalanan. Baginya Jumat merupakan hari baik dari hari yang lainnya. Selama di perjalanan, ia memilih SPBU untuk tempat istirahat.

Kenangan terindah mengendarai VW Combi, ketika bisa berlibur bersama ke Bali dengan anak dan cucunya yang datang dari Singapura ke Jakarta, sekitar tahun 2007 lalu. Dari Medan, Amir hanya ditemani Suharni (58) yang saat ini menjadi istrinya menuju Jakarta. Begitu bertemu di Bandara Udara Soekarno-Hatta. Perjalanan dilanjutkan hingga ke pulau Bali dan tinggal hampir 1 bulan. “Setelah itu, kami antar anak dan cucu ke Jakarta lagi. Dari Jakarta saya sama istri berdua kembali ke Medan,’ ujarnya.

VW Combi ini juga telah membawanya ke sejumlah daerah lain seperti Bogor, Padang , Taman Nasional Way Kambas, areal perlindungan gajah yang terletak di Lampung dan daerah lainnya seperti.. Terakhir bersama istrtinya dan komunitas Volkswagen Owner Family Medan, mengunjungi Sabang pada 7-10 Juli 2011 lalu. “Ada rencana touring bersama club ke Baturaja, Palembang,” tuturnya bersemangat.

Monday, 14 November 2011

favorite nightlife spot in Medan







The Tavern Pub

Hotel Danau Toba

Jl. Imam Bonjol no. 17

061 4157000

Open Hours :22.00 - 02.00 am

www.hoteldanautoba.com



Entrance The Music Temple

Hotel Grand Aston City Hall

Jalan Balai Kota No.1. Medan

061 4573900

Open Hours : 21.00 Wib-03.00 am



Prime Bar

JW Marriot hotel

Jalan Putri Hijau No. 10



The View Music Lounge and Bar

Grand Swiss-belhotel. 26th Fl

Jl. Let. Jend. S. Parman No. 217,

061 457-6999



The Song Live Music

Tiara Hotel Medan

Jl. Cut Meutia – Medan



Retrospective Entertainment

Capital Building,

Jl Putri Hijau Medan

061-4555933



Soccer Karaoke

Grand Angkasa International Hotel

Jl Dr Sutomo 1 Medan

061-4554455







Tuesday, 8 November 2011

Dua Kultur di Restoran Nelayan




Hadir di Cambridge City Square lantai LG, Jalan S. Parman Medan, sejak beberapa bulan lalu, Restoran Nelayan Jala-Jala menjadi salah satu pilihan tempat menikmati aneka Sea Food dengan dua citarasa kultur Chinese Food dan Indonesian Food.

Masih mempertahankan resep masakan dari induk perusahaannya, Restoran Nelayan, yang sudah lama mendapatkan apresiasi warga Medan sejak berdiri pada tahun 1990 lalu. Restoran Nelayan Jala-Jala menjadi salah satu tempat pilihan di antara seluruh cabang Restoran Nelayan di kota Medan.

Kombinasi Asian Food dengan variasi berbeda di setiap outletnya diolah dengan racikan bumbu yang sudah disesuaikan dengan selera orang Medan, memberikan taste tersendiri yang tidak bisa ditemukan di luar group restoran ini.

Pengunjung bisa mencicipi Dim Sum Steam, Dim Sum Goreng, Vegetarian, Bebek Peking, Ayam & Sapi, Appetizers. Atau memilih menu spesial lainnya, dari aneka masakan Mie, Kwe Tiau, Soup, Nasi, Udang, Sayuran, Soka dan Ikan. Atau, memilih menu andalan seperti Aneka masakan Dim Sum Steam seperti Xiao Long Bao, Ayam, Kepiting yang sudah menjadi pilihan favorit para pengunjung setianya.

“Kebanyakan tamu yang kita tawarkan menu ini pasti mau,” kata Direktur Restauran Nelayan Satria Perangin-angin didampingi General Manager Hendro dan Penanggungjawab Restoran Nelayan Jala-Jala, Adi.

Hidangan pencuci mulut di restoran ini seperti puding mangga, sunkist, dan sejumlah pancake rasa durian, alpukat dan mangga, menjadi pilihan. Bahkan, kelezatannya kini telah merambah ke Jakarta melalui cabang baru di Mall Taman Anggrek lantai GF (depan Hero Supermarket), Jakarta Barat dan tidak lama lagi akan bisa dinikmati di Kuningan City lantai 3, Jakarta Selatan. Untuk kesegaran, tersedia aneka jus dan yang lainnya, atau mencoba Teh Tarik ala Hongkong sebagai salah satu minuman andalan.

Anda tidak perlu ragu datang karena semua menu yang tersedia dapat dinikmati dengan harga cukup terjangkau dan bervariasi. Apalagi, pengunjung juga mendapat kemudahan dengan sistem pembayaran Credit Card dengan keuntungan bisa mendapatkan voucher. “Untuk harga ramah sama dompet,” tambah Hendro.

Keuntungan lain yang diberikan, pengunjung bisa bergabung menjadi member restoran ini di mana setiap member akan mendapatkan ‘member card’ yang dapat digunakan di seluruh cabang Nelayan Restoran di Medan dan Jakarta.

Atmosfir laut dengan jaring ikan yang dipajang pada plafon ruangan restoran, dengan pencahayaan lampu yang tidak begitu terang dan suasana acara makan jauh dari kebisingan, seakan menikmati suasana laut yang begitu tenang.

Tak berlebihan bila karena citarasa menu yang sudah teruji, pelayanan, suasana tempat yang nyaman, Restoran Nelayan menjadi pilihan tempat acara makan bersama dengan keluarga, ulangtahun, arisan keluarga dan sebagainya.

Restoran Nelayan Group

Sea Food & Steam Boat Restaurant
Convetion & Banquet Hall
Jl. Putri Merak Jingga No 8 A-B

Jala-Jala
Medan Favourite Cuisine
Mal Taman Anggrek P2/01
Jl S Parman Kav 21
Slipi-Jakarta

Jala-Jala
Nelayan Favourite Cuisine
Cambridge City Square
LG No. B-05 05 A

Jala-Jala
Nelayan Favourite Cuisine
Medan Fair Plaza Lt. III
Liu’s Garden II

Nelayan Tea House
Thamrin Plaza Lt. V

Mie Jaring Nelayan
Dimsum, Noodle & Tea House
Sun Plaza Lt. III

Shanghai Kitchen Nelayan
Nelayan Xiao Long Bao & Ramien
Sun Plaza Lt. IV C 38 A-41

Tenda Nelayan
Dimsum & Indonesian Food
Merdeka Walk Food Stall

Jala-Jala
Kuningan City Lt. III
Prof. dr. Satrio Setia Budi
Jakarta Selatan (Coming Soon)

Sunday, 6 November 2011

Special Liburan Tahun Baru Air Asia





Air Asia kembali menghadirkan promo tiket pesawat murah di awal tahun 2012 untuk anda semua yang mau berangkat dari kota-kota besar di Indonesia dengan tujuan domestik maupun internasional. Dengan Air Asia Indonesia promo 2012 anda bisa terbang dengan hemat ke tempat-tempat tujuan wisata tahun baru anda bersama keluarga, teman, saudara, tetangga, atau siapapun. Tempat-tempat tujuan program promo Air Asia Indonesia 2012 ini seperti Malaysia, Singapore, Thailand, Vietnam, Hong Kong, China, Brunei, Cambodia, India, Laos, Macau, Myanmar, dan Sri Lanka.


Ketentuan Air Asia Indonesia Promo 2012

Anda dapat membeli tiket promo Air Asia Indonesia 2012 ini pada periode tanggal 31 Januari 2011 – 6 November 2011. Namun penerbangan yang masuk ke dalam Air Asia Indonesia promo 2012 ini hanya penerbangan pada periode 3 Januari 2012 – 31 Maret 2012.Tiket Air Asia Indonesia promo 2012 ini harus dipesan terlebih dahulu. Untuk info lebih lanjut silahkan menghubungi customer service Air Asia Indonesia di +62 21 2927 0999. Buruan booking tiket pesawat buat tujuan liburan tahun baru kamu dengan Air Asia Indonesia promo 2012 sebelum kehabisan. Foto : Repro : airplane-picture.net

Tuesday, 1 November 2011

Kemewahan Sehat Pro Auto Clinic







Bisa mengakomodir keinginan pengunjung dengan kelengkapan peralatan, fasilitas tersedia dengan lokasi yang sangat nyaman, menjadi perhatian utama Sehat Pro Auto Clinic yang berlokasi di Jalan Sei Batanghari No 15 B Medan ini, dalam memberikan pelayanan kepada setiap pengunjungnya, di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan jasa perbaikan mobil.

Sehat Pro Auto Clinic hadir memberikan banyak kelebihan, yang sulit diperoleh dan diwujudkan di bengkel mobil umum lainnya. Disini, pengunjung tidak hanya dilayani dari segi kebutuhan service mobil semata, mulai dari segi Perawatan, Perbaikan, Modifikasi dan Acessoris dapat diakomodir di dalam satu lokasi.

Namun, pengunjung bisa mendapatkan pelayanan lebih lainnya, mulai dari customer service, konsultasi seputar mobil milik Anda dan tersedia outlet pusat penjualan produk-produk otomotif original buatan luar negeri dan dalam negeri dengan harga kompetitif yang bisa diperoleh dengan sistim pembayaran tunai atau melalui Kartu Kredit, dan ketersedian Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang berada di sebuah gedung berlantai tiga.

Kelebihan lainnya, juga tersedia fasilitas lainnya seperti CafĂ©, Kid’s Corner khusus disediakan bagi anak-anak, Ruang Reflexi, Wifi secara gratis, yang bisa dimanfatkan pengunjung sambil bersantai bersama keluarga, sembari menunggu pengerjaan service mobil selesai, di dalam kemewahan gedung Sehat Pro Auto Clinic yang desain dan interior yang diciptakan seperti berada di sebuah pusat perbelanjaan.

“Bengkel kita fokus kepada bengkel keluarga. Dengan peralatan lengkap yang kita miliki dan fasilitas yang kita sediakan, kita berusaha mengakomodir keinginan pelanggan. Selain itu kita ingin pengunjung yang datang kemari bisa merasa nyaman dan santai,” sebut Limas Kosim, Direktur Sehat Pro Auto Clinic kepada Kover Magazine.

Menurut Limas Kosim, ada lima kelebihan yang diberikan Sehat Pro Auto Clinic dalam memberikan pelayanan kepada pelanggannya. Kelebihan itu terdiri dari segi Peralatan, Produk, Sumber Daya Manusia, Manajemen dan Bahan Baku yang dari segi khualitas keseluruhannya sudah cukup teruji.

Selalu Memanjakan Pelanggan

Tidak hanya terus berusaha memberikan pelayanan terbaik dan memberikan rasa nyaman. Sehat Pro Auto Clinic berusaha selalu memanjakan pelanggannya seperti melalui pemberian kartu member untuk mendapatkan fasilitas diskon, pemerian voucher gratis dan pemberian undian hadiah “Gerget Sehat Vaganza” disetiap belanja kelipatan Rp 10 ribu untuk mendapatkan hadiah utama 3 tiket nonton Formula 1 Sepang 2012 dan hadiah lainnya.

Bahkan, pada Januari tahun 2012 mendatang Sehat Pro Auto Clinic akan membuat gebrakan baru dengan berencana beroperasi di malam hari. “Di malam hari pengunjung juga bisa menjadikan Sehat Pro Auto Clinic sebagai tempat santai dan bisa rileks, karena sudah didesain seperti itu,” ujarnya.

Nyaman dan Aman dengan Kaca Film



Bila, dahulunya pemberian kaca film masih hanya sekedar untuk privasi di bagian dalam mobil dari pandangan pihak luar. Namun, kini telah menjadi salah satu asesories yang penting untuk kenyamanan berkendaraan.

Keberadaan Kaca film telah menjadi bagian penting saat ini yang berfaedah untuk memberikan rasa nyaman saat mengendarai mobil karena kemampuanya menolak panas dan meminalisir resiko dari pecahan kaca bila ada terjadi benturan atau kecelakaan.
“Keberadaannya, sekarang ini sudah cukup penting sebagai alat pelindung dari panas karena belakangan ini cuaca sudah semakin panas. Sehingga suasana di dalam mobil bisa menjadi lebih sejuk dan tidak terasa panas.” kata Corrie owner RPM Auto Shop .

RPM Auto Shop hadir sejak tahun 2006 lalu, sebagai distributor Kaca Film di Medan, menawarkan produk Kaca Film merek ORPRO dan 3M Auto Film yang sudah cukup dikenal karena kemampuannya melindungi dan memberi kenyamanan dari sinar ultra-violet dan sinar infra-red (infra merah) saat berkendaraan.

Dalam waktu dekat ini, RPM Auto Shop akan menambah lagi varian produknya dengan kehadiran masterpiece, kaca film buatan Jepang. “Produknya sudah dilouching dan tidak lama lagi kita akan pasarkan harga promo sepuratan harga Rp 2 juta,” tambah Corrie.

Baca juga Tips Memilih Kaca Film: www.kacafilm.co | www.teknovanza.com |www.carmudi.co.id

ORPRO 
Kaca film merek ORPRO, memiliki tiga type : ORPRO Clear, Indium dan Cool Black. Dari segi kualitas, kaca Film buatan Jerman ini telah lama dipercaya mampu menolak UV, panas, melindungi dari pecahan kaca, hemat energi, tanpa dioksida dan anti gores dengan tarif bervariasi mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 3 juta dengan pemberian garansi selama 8 tahun.

Untuk kaca film merk 3M, tersedia lima type varian : type crystalline, phanter, reflect sun, black beauty dan Night Hawk. Kaca film buatan Amerika Serikat ini mampu memberikan perlindungan dan kenyamanan dengan tarif bervariasi mulai dari harga Rp 2- 5 juta.

masterpiece
Kaca Film ini dalam waktu dekat ini akan menambah varian bagi pelanggannya dengan kehadiran masterpiece dengan sembilan varian yakni Renzu Mint 45, Renzu Mint 15, Black Shinju 35, Black Shinju 20, Black Shinju 10, Ice Yuki 50, Ice Yuki 35, Ice Yuki 20 dan Ice Yuki 10, yang akan dipasarkan

Menjaga Kepuasan Pelanggan
Usaha kaca film yang beralamat di Jalan Gaharu No 81 D/99 ini, menyadari betul, dalam memikat pelanggan tak cukup hanya dari segi kualitas produk yang ditawarkan tanpa dibarengi dengan pelayanan yang baik.
Makanya kata Corrie, dirinya bersama team yang dimilikinya berkomitmen terus berusaha meningkat pelayanan untuk memberikan kepuasan, sehingga keinginan pelanggannya dapat terpenuhi.
“Pelayanan yang paling kita prioritaskan, sehingga kita bisa mengetahui apa yang diinginkan pelanggan. Motto kami apapun ceritanya, customer itu tidak pernah salah,” sebut Corrie.
Salah satu bentuk pelayanan adalah dengan memberikan edukasi kepada pelanggannya, dalam pemilihan kaca film yang sesuai dan tepat. “Kita hanya menawarkan. Tapi, tergantung dari customer itu sendiri yang mana yang sesuai baginya,” tuturnya.
Dalam memanjakan para pelanggannya, RPM bersedia memenuhi permintaan pemasangan kaca film di rumah bagi pelanggannya di Medan. Selain itu bagi pelanggan yang memiliki kartu diskon INSIGHT yang datang melakukan pemasangan kaca film di seluruh bagian kaca mobil mendapat pemasangan gratis kaca bagian depan.


Tiga Mercedes Klasik dalam Satu Hati

Foto: David Siahaan
Bila sudah terlanjur jatuh cinta, memang sulit untuk berbalik hati ke yang lain. Demikian halnya dengan sosok MS Sembiring, 51 tahun, seorang maniak mobil klasik Mercedes Benz. Kekagumannya terhadap kemewahan dan kenyamanan terhadap mobil ini membuatnya hingga mengkoleksi sebanyak tiga unit mobil kalsik Mercedes Benz.

Kisah jatuh cintanya terhadap mobil produk asal Jerman itu berawal dari lirikan matanya yang iseng melihat Mercedes Benz Kebo 280 S buatan tahun 1970 milik seorang temannya sekitar tahun 1993 lalu. Tak diduga, dari keisengan itu dirinya terdorong untuk memilikinya. Singkatnya, mobil itu pun akhirnya beralih tangan kepadanya.

Sejak itu, MS Sembiring mulai merasakan Mercedes Benz merupakan mobil yang memiliki banyak kelebihan yang sulit didapatkannya dibanding mobil lain di luar merek Mercedes Benz yang pernah dikemudikannya. Apalagi, ketika Ia mengemudikannya, pandangan orang sering tertuju melihat mobilnya karena modelnya yang klasik dan ilegan.

“Kalau kita sudah sekali naik Mercedez, sudah susah pindah ke yang lainnya. Sangat nyaman dan aman bawaanya. Perawatannya pun tidak ruwet,” sebutnya sambil tersenyum dalam suatu perbincangan di sela-sela acara Halal Bi Halal Mercedes Benz Tiger Club (MTC) Medan Chapter dengan komunitas otomotif lainnya di Medan Club, pertengahan September lalu .

Meski sudah memiliki Mercedes Benz 280 S, ternyata tak membuat Ketua Umum MTC Medan Chapter ini cukup hanya memiliki satu unit. MS Sembiring malah kecantol untuk memiliki varian lainnya. Sekitar tahun 2001 lalu, ia pun menambah satu unit lagi, dengan membeli Mercedes Benz Tiger 230 buatan tahun 1980 yang juga dibelinya dari temannya.

Tak cukup di situ, tahun 2010 kemudian dia menambah lagi penghuni halaman rumahnya di Jalan Mesjid Syuhada, Pasar VI, Padang Bulan, Medan dengan kehadiran Mercedes Benz Mini 280 buatan tahun 1975. Semua mobil-mobil itu dibelinya dengan kondisi ‘second hand’. “Kedepan saya ingin menambah satu lagi yakni Mercedes Benz Batman,”ujarnya.


Restorasi dan Perawatan
Meski pun kondisi ketiga mobil dibeli dengan kondisi second hand. MS Sembiring beruntung karena tidak begitu banyak bagian mobil yang harus menjalani restorasi. Pasalnya, mesin, onderdil original masi dalam kondisi baik.

Ia hanya melakukan restorasi ringan pada warna dan sejumlah acesoris yang tergolong tidak original seperti spion dan kaca lampu dengan yang original. Ia ingin mobilnya 100 % original mercedez benz. “Tapi untuk mendapatkannya itu (spion dan kaca lampu) saya harus berburu hingga ke Jakarta,” tuturnya mengisahkan.

Untuk si Kebo, warnanya yang dahulunya hitam, kemudian digantinya dengan warna mutiara. Untuk si Tiger dahulunya hitam di sempurnakan lewat warna hitam lewat racikannya sendiri. Sementara untuk si Mini, warnanya yang sebelumnya hitam diganti dengan warna Biru Jaguar klasik.

Namun untungnya selama mengurusi ketiga mobil ini, ia belum pernah menghadapi persoalan berat. “Spare parts mercedez ketahanan cukup kuat,” ungkap suami Nita Sitepu ini. Itu karena, rajin merawatnya di sebuah bengkel khusus langgannya di Jalan Jenderal S Parman, Medan. Salah satu yang paling utama diperhatikannya adalah rutin mengganti oli dan memilih produk pertamina Mesran untuk pelumas ke semua mobil kesayangannya.

Tak hanya, menyangkut perawatan untuk mesin dan onderdil. Kebersihan mobil juga selalu diperhatikannya. Tak heran dia sudah akrab di sejumlah doorsmer. Bila, sedikit saja mobil berdebu, mobil langsung digiring ke doorsmer. “Kalau mobil tidak dirawat, tidak ada nilainya,” sebut ayah tiga putri ini.

Beda Type Beda Style
Menurut MS Sembiring, ketiga mobil klasik Mercedez Benz memiliki stylenya yang berbeda. Makanya, ia sudah paham betul type mana yang sesuai digunakan. Untuk urusan bisnis misalnya, ia menggunakan Mercedes Benz Kebo 280 S atau Mercedes Benz Mini 280. “Melihat mobil ini, orang bisa terkagum karena mobil sejenis ini masih ada,” katanya.

Sementara untuk kendaraan urusan diluar pekerjaannya sebagai seorang Konsultan Hukum seperti hendak berpergian hingga ke luar kota. Ia menggunakan Mercedes Benz Tiger 230 karena lebih irit dalam pemakaian bahan bakar dibanding mercedes benz Kebo 280 S.

“Untuk Tiger, mau saya pakai untuk touring bersama MTC Medan Chapter ke Bukit Tinggi 14 Oktober mendatang,” paparnya. Untungya kegemarannya ini, didukung istri dan anaknya, karena bernilai positif.

- Mercedes Benz Kebo 280 S
Buatan tahun 1970
Warna Mutiara
Mesin, Sukucadang, Acesoris Original
- Mercedes Benz Tiger 230
Buatan tahun 1980
Warna Hitam Racikan Sendiri
Mesin, Sukucadang, Acesoris Original
- Mercedes Benz Mini 280
Buatan tahun 1975
Warna Biru Jaguar Klasik
Mesin, Sukucadang, Acesoris Original

Sunday, 23 October 2011

Kejar Prestasi di Cemara Abadi



Siang itu, suasana Sirkuit Cemara Abadi, tanpak lengang. Hanya sebagian orang tanpak sibuk memperbaiki lintasan sirkuit mulai dari membabat rumput, perapian lapangan dan penataan jalan.

Kondisi ini berbeda bila ada event Rally. Sirkuit yang terletak Jalan H Anif Percut Sei Tuan 1 itu lokasinya persis beseberang dengan tol kompleks Cemara Asri, selalu tumpah ruah dikunjungi oleh pecinta olahraga otomotif dan masyarakat umum yang ingin menyaksikan kelicahan pembalab dalam mengemudi mobil di sirkuit.

Begitu tiba dilokasi, pandangan mata telihat luas menyaksikan hamparan arena rally yang didirikan Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara (Sumut) yang dipimpin Ijeck ini. Lokasinya cukup indah dipandang diantara hamparan perkebunan Kelapa Sawit. Kabarnya, sirkuit ini merupakan sirkuit reli permanen yang pertama dibangun di Indonesia.

Hujan yang sering datang menguyur sirkuit belakangan ini, membuat keinginan pencinta olahraga otomotif, terpaksa sementara menunda menggunakan sirkuit untuk latihan karena medan yang becek dan berlumbur, menunggu lintasan mengering. Biasanya, bila ada kegiatan seperti latihan dan event rally, debu akan berterbangan dari perputaran roda mobil yang melaju kencang.

“Sebenarnya banyak yang ingin datang untuk latihan, namun karena lintasan masih becek karena terus hujan belakangan ini, terpaksa tidak jadi latihan ,” kata Tembong, Koordinator Lapangan Sirkuit Cemara Abadi , Kamis pertengahan September lalu.

Sirkuit yang dibangun diatas lahan 30 hektan dengan memliki panjang lintasan sepanjang ± 7 Km ini, kini menjadi pilihan utama latihan bagi atlet rally yang ingin mengukir prestasi dan mengharumkan daerahnya di Kejuaran Daerah (Kejurda) dan Kejuaranan Nasional (Kejurnas). Hal serupa juga dilakukan kalangan komunitas sepeda motor diantaranya Ekspedisi Trial Mania (Xtrim) dan mobil off-road dan komunitas-komunitas lainnya di hari Sabtu dan Minggu.

Pihak pengelola pun mengaku selalu terbuka bagi komunitas dan pihak yang ingin menggunakan arena sirkuit untuk latihan. “Kita terbuka dengan komunitas mana pun. Namun dengan syarat, bagi komunitas yang datang ke sirkuit untuk latihan, harus meminta surat dulu ke Pengda IMI Sumut,” sebut Tembong yang seharinya

Sebab itu, tak heran bila nama Sirkuit Cemara Abadi pun sudah tak asing lagi bagi kalangan pe-rally Sumut hingga nasional. Event rally pun tidak pernah sepi diselenggarakan. Event yang pernah diselenggarakan diantaranya, Medan Rally 2011, seri kedua North Sumatera Rally Championship yang digelar pada 15-17 Juli lalu. Tak heran, keberadaan sirkuit ini juga mendapat pujian hingga dari kalangan pembalap nasional.

Kembangkan Olahraga Otomotif

Untuk lebih mengembangkan olahraga otomotif, pihak pengelola telah memiliki rencana untuk memaksimalkan Sirkuit Cemara Abadi. Kedepan, Sirkuit ini juga bisa di modifikasi untuk dipergunakan dalam ajang lainnya seperti motocross, grasstrack dan gokart.

Selain menjadi lokasi event lokal maupun nasional, kata Tembong, ada rencana arena balapan tersebut akan didirikan pusat pendidikan Rally di Indonesia untuk melahir bibit-bit baru berprestasi di bidang rally otomotif.

Bagi pecinta olahraga otomotif di Sumatera Utara (Sumut) boleh dikatakan sangat beruntung dengan keberadaan Sirkuit Cemara Abadi. Sirkuit ini setidaknya, bisa memberikan motivasi mendorong masyarakat Sumut yang berbakat di bidang olahraga otomotif untuk mengejar prestasi dalam Sport Rally.


Wednesday, 12 October 2011

Belajar Berkawan di MTC Medan Chapter


Tak sekedar sebagai wadah bagi para pencinta mobil Mercedes Tiger. Mercedes Tiger Club (MTC) Medan Chapter, turut memberikan sumbangisnya bagi masyarakat Sumatera Utara melalui kegiatan bhakti sosial yang mereka adakan..

Hari sudah menjelang malam. Sejumlah orang tergabung dalam MTC Medan Chapter, memasuki sebuah ruang mushola berada di lantai II, Grand Aston City Hall untuk melakukan sholat bersama. Tak lama sehabis sholat, mereka kemudian melanjutkan pertemuan di sebuah ruangan yang sudah disediakan.

Suasana malam itu begitu terasa keakraban dan penuh kekeluargaan. Tak jarang, ketika masih jalannya pertemuan, ada saja lelucon yang muncul mewarnai suasana. Ada sekitar 30 orang hadir dalam pertemuan itu. Pertemuan itu membahas berbagai agenda kegiatan yang telah dilakukan dan kegiatan yang akan datang.

Meski usia kepengurusan MTC Medan Capter yang kini dipimpin MS Sembiring SH ini masih terbilang muda, karena baru resmi dilantik sejak 3 April 2011 lalu. Namun, berbagai kegiatan sudah berjalan. Bahkan, kegiatan MTC Medan Chapter tak hanya di lingkungan eksternal semata.

Pada peringatan bulan suci Ramadhan dan Idulh Fitri yang baru saja dirayakan misalnya. Club yang diisi pecinta mobil Mercedes Tiger ini menggelar bhakti sosial pada Juli-Agustus lalu, sambil melakukan touring ke sejumlah Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara.

Selama tiga hari pada 7-10 Juli lalu, mereka menyerahkan bantuan berupa sejadah, cat, thiner, kuas, Alqur’an, keramik, kubah mesjid ke Mushalla dan Masjid berada di kabupaten Serdangbedagai (Sergei), Tebing Tinggi, Pematang Siantar, Parapat Danau Toba sampai Pulau Samosir.

Kegiatan ini pun disambutan tokoh masyarakat di daerah-daerah yang disinggahi MTC Medan Chapter . Bahkan, Bupati Sergai HT Erry Nuradi turut menyambut dan memberikan dukungan serta apresiasi terhadap kegiatan bhakti sosial yang merela lakukan di Sergai.

Paket Lebaran

Tak hanya di daerah lainnya. Bhakti sosial juga dilanjutkan di kota Medan pada tanggal 21 Agustus 2011. Setelah melakukan sholat subuh berjamaah di Mesjid Agung Medan, MTC mengeliling kota Medan sekitarnya, dengan rute diambil Jalan Dipanegoro- Lapangan Merkeka- Lapangan Benteng- Imam Bonjol- Gajah Mada-Sei Blutu-Setia Budi-Ringroad-Brigjend Katamso-Letjend Suprapto.

Setiap rute yang dilalui, panitia membagikan paket lebaran kepada para Penyapu Jalan, Nazir-nazir Mesjid, penjaga pintu Kereta Api dan kemudian diakhiri kembali di Sekretariat MTC Medan Chapter di Kompleks Bisnis Multatuli , Kompleks Multatuli Indah.

Suksesnya pelaksaan bhakti sosial menurut Ketua Umum MTC Medan Chapter MS Sembiring SH, karena telah terjalinnya kerjasama, kekompakan dan kebersamaan yang terbangun di club ini. “Di MTC ini kita ingin belajar berkawan dan sekaligus kita ingin meningkatkan keimanan di bulan suci ramadhan dan hari raya,” kata MS. Sembiring.

Ketua Panitia MTC Medan Chapter Event ini Yuri Subandi mengatakan kedepannya event bakti sosial akan terus dilakukan. “Tidak hanya sampai disini, kegiatan bakti sosial akan terus kita lakukan kedepannya,” sebut Yuri Subandi.

Ketua Pembina Mercedes Tiger Club Medan Chapter H Ridwan Ibrahim, juga menyampaikan kebanggaannya kepada kepengurusan MS Sembiring SH. “Di sela sela aktivitasnya sibuk, masih sempat memikirkan untuk belajar berkawan, dan berbagi kesesama dan belajar meningkatkan keimanan dalam menggelar acara kegiatan bakti sosial MTC Medan Chapter ini,” ujarnya.

Thursday, 6 October 2011

20 Universitas Belanda akan roadshow di kota Medan

Sebanyak 20 Universitas Belanda akan hadir dalam Holland Education Fair yang di adakan di Grand Aston Hotel, Medan pada 15 November 2011. Dalam event itu, lebih dari 1,500 program studi (bachelor, master, short course dan PhD) yang ditawarkan dalam bahasa Inggris, sehingga memudahkan calon mahasiswa untuk beradaptasi tanpa perlu menguasai bahasa Belanda terlebih dahulu.

“Seluruh program studi yang ditawarkan berbagai universitas tersebut merupakan program studi berbahasa Inggris. Selain pameran, akan ada pula presentasi beasiswa StuNed, NFP, Erasmus Mundus dan pelatihan membuat motivation statement oleh alumni,” yang dikutip Medan Look dari www.nesoindonesia.or.id.

20 Universitas yang hadir dalam event itu terdari

1.Delft University of Technology

2.HAN University of Applied Sciences

3.Hanze University of Applied of Sciences

4.HU University of Applied Sciences

5.Institute for Housing and Urban Development Studies (IHS)

6.International of Social Studies (ISS)

7.ITC: Faculty of Geo-Information Science and Earth Observation

8.Leiden University

9.NHTV Breda University of Applied Sciences

10.Radboud University Nijmegen

11.Rotterdam Business School

12.Saxion University of Applied Sciences

13.Stenden University of Applied Sciences

14.The Hague University of Applied Sceinces

15.TiasNimbas Business School

16.Tilburg University

17.University of Groningen

18.University of Twente

19.Utrecht University

20.Wageningen University

Selain di kota Medan event serupa juga diadakan di Yogyakarta: Phoenix Hotel, 8 November 2011, Bandung: Hilton Hotel, 10 November 2011, European Higher Education Fair di Jakarta: Merak room, JCC 12-13 November 2011

Sunday, 2 October 2011

Hentak Tarian Putri Bangsawan Serdang



Terjun langsung menampilkan keindahaan tarian melayu diatas panggung pertunjukan yang disaksikan ratusan hingga ribuan pengunjung, bagi sebahagian kalangan bangsawan mungkin berat untuk melakukannya. Apalagi mengingat seorang bangsawan yang status berpengaruh terhadap citra pemimpin kaum etnis tertentu, yang begitu dihormati.
Namun hal itu dilakukan Tengku Mira Sinar. Dalam setiap kesempatan di event –event yang berkaitan dengan pertujukan seni dan budaya. Putri bangsawan keturunan Kesultanan Serdang ini, sebaliknya tidak merasa gengsi meski status bangsawan yang melekat di dirinya begitu cukup di hormati masyarakat etnis Melayu karena kedudukannya juga sebagai Ketua Yayasan Kesultanan Serdang.

Malah, Tengku Mira Sinar ikut terlibat dalam pembuatan tari, pemilihan musik tari, menentukan penari dan pemusik, mengajar tari, merias penari, mendesign baju tari, menentukan properti tari, menyusun program kegiatan, dan turut serta menari dalam event tertentu, melalui sanggar Sinar Budaya Group (SBG) yang didirkan ayahnya Almarhum Tengku Luckman Sinar, SH pada tahun 1992 lalu.
Keaktifannya dan perhatiannya itu terkadang kerap menjadi cerita miring, karena dianggap dari sisi management perusahaan, sebagai Direktur di SBG semestinya hal itu tidak dilakukannya, karena bisa dinilai tidak profesional dan diibarat kata kiasan One Man Show. “Bagi saya, penjelasan arti profesional adalah menguasai suatu pekerjaan dan sungguh – sungguh mengerjakannya. Oleh sebab itu, untuk menghindari ketidakpuasan konsumen, saya wajib terlibat dalam pekerjaan yang saya kuasai,”sebutnya awal Agustus lalu.
Namun, cerita miring itu terputus karena setiap event yang diikutinya, mendapatkan apresiasi dan antusiasme penonton di setiap pertunjukan tari SBG di luar negeri, Bahkan pernah ketika pentas Makyong di Bukittinggi dihadiri 5000 penonton. Sejak kepemimpinan SBG berada ditangannya dari tahun 2003 lalu, seni tari budaya Melayu dipertunjukannya ke berbagai even baik di dalam dan luar negeri. Diantaranya negara ASEAN, Asia, UEA, Qatar, Eropa, Amerika Latin dan lain – lain.
Bahkan, pada tahun 2006, Ia mulai memperluas kegiatannya sebagai penyelenggara kegiatan (EO) untuk event – event adat dan seni budaya Melayu ke daerah – daerah dan menerbitkan buku – buku seni budaya Melayu.

Wajib Sejak di bangku SD
Perjalanan Mira Sinar menuju panggung pementasan, menyimpan cerita. Meski sejak di bangku SD, sebagai putri bangsawan Serdang sudah diwajibkan menari tari tradisi. Ibu tiga putera ini, sempat meninggalkan kegiatan menari cukup lama ketika beberapa kurun waktu pindah ke Jakarta.
Untung, begitu kembali ke Medan, hasratnya kembali bergelora begitu mendengar alunan musik Melayu. Dorongan pun semakin kuat, ketika sering melihat kebolehan ayahnya almarhum Tengku Lukman Sinar turut berlatih di SBG, menunjukan tarian gerakan lompat kijang Serampang XII yang hingga saat ini tak satupun penari SBG dapat meniru gerak tersebut.
Melihat itu, tanpa sepengetahuan ayahnya, diam-diam Mira Sinar mulai berlatih kembali. Dan pada suatu ketika dalam sebuah pertunjukan, Ia pun turut menari bersama penari SBG lainnya, hingga membuat ayahnya terkejut.
Sejak itu tekadnya mendalami seni tari melayu Serdang semakin bulat. Dia mulai menyadari, menyandang nama besar ayahnya Tengku Lukman Sinar tidaklah mudah. Di seni tari, ayahnya pernah sebagai pelakon utama Teater Bangsawan Serdang dan penari Melayu yang pertama kali mempertunjukkan tarian Serampang XII di pentas Internasional di beberapa negara Eropa Timur pada tahun 1955.

“Bagi saya, menyandang nama besar Tengku Luckman Sinar beserta Sinar Budaya Group adalah satu kewajiban yang harus saya jalani sebagai penerus,” ujarnya.


Berkiprah Lewat Sinar Budaya Group
Makanya, dia memilih melanjutkan jejak sang ayah itu, dengan mengembangkan SBG serta mengikuti berbagai perlombaan seni budaya. Salah satu diantaranya mengembangkan seni tarian asal Serdang yakni Serampang XII karya tari Sauti--seorang guru “Sekolah Melayu” di Perbaungan, diciptakan sekaligus dipopulerkan pada tahun 1938, semasa Sultan Serdang V Tuanku Sulaiman Syariful Alamshah bertahta.
Sosok Tengku Luckman Sinar yang dikenalnya, tidak pernah putus asa dan setia untuk terus memperjuangkan budaya Melayu hingga akhir hayat mangkat (meninggal) sebagai Sultan dan Kepala Adat Melayu, ditengah kondisi kritis dalam masyarakat yang saat ini mengalami, membuatnya semakin memberinya motivasi melestarikan budaya melayu yang saat ini berhadapan dengan tren budaya asing.
Sebuah pesan sang ayah yang berbunyi jika ingin menguasai negeri, masyarakat Melayu harus setia kepada jati diri, menanamkan rasa percaya diri, disiplin, berpendidikan tinggi dan bersatu untuk merencanakan program kegiatan yang bermanfaat di dunia. Selalu diingatnya untuk motivasi baginya menghadapi tantangan. ”Ayahnda adalah tauladan bagi saya. Tekad saya ingin terus melestarikan budaya Melayu,” tuturnya..

Hadapi Tatangan Tarian Modern
Sebagai keturunan Kesultanan Serdang yang hidup di era globalisasi budaya saat ini, Ia menyadari betul bukanlah pekerjaan yang muda merangkul kaum muda untuk lebih mencintai seni budaya etnisnya. Diperparah lagi dengan masih kurangnya perhatian pemerintah terhadap program seni tradisional.
Toh, Ia memilih untuk tidak menyerah dengan keadaan. Lewat SBG, Ia terus mengadakan pendekatan kepada generasi muda melalui seminar, pelatihan dan workshop di berbagai tempat. Membuat promosi-promosi agar seni budaya tersebut dapat dikenal oleh masyarakat umum serta mengadakan event-event yang terorganisir yang berfokuskan kepada seni dan budaya, menerbitkan buku “Teknik Pembelajaran Tari Melayu Tradisional” dilengkapi dengan gerakan visual dalam bentuk VCD.
Lewat SBG, Ia memiliki keinginan mengembangkan seni budaya dikalangan generasi muda agar mampu bersaing dengan budaya-budaya lainnya di seluruh nusantara, melestarikan seni budaya peninggalan sejarah agar tetap terpelihara - dan dikenal sebagai bagian daripada kebudayaan nasional dan membina keberadaan seni budaya untuk dapat terus berkembang sebagai pendukung pembangunan Nasional dalam bidang seni budaya.
”Pada tahun 2011 ini, SBG telah mempunyai ruang latihan tari yang cukup luas. Dengan adanya aula ini, jerih payah membesarkan SBG telah saya capai hasilnya terbukti SBG satu – satunya sanggar tradisi di Sumatera Utara yang mempunyai aula milik sendiri. SBG juga membuka cabang di komplex perumahan Srigunting Indah,” paparnya.
Namun Ia menyadari, sebagai seorang manusia, pasti memiliki keterbatasan untuk bisa mewujudkan keinginan itu dengan sempurna, tanpa adanya dukungan yang serius dari pemerintah dalam melestarikan seni dan budaya melayu.