Wednesday, 22 June 2011

Mengenang Medan Tempo Dulu dari Tip Top Restoran


Zaman memang boleh modern, namun berbeda dengan Tip Top Restaurant. Restaurant yang berdiri sejak tahun 1934 ini, masih tetap mempertahankan tradisi dan resep tempo dulu dalam sajian menu makanan, minuman, backry hingga ice cream kepada pengunjungnya.

Memilih tetap menggunakan resep tempo dulu dan sistim pengolahan masakan dan minuman, dengan masih menggunakan mesin tua serta memasaknya dengan bahan baku kayu dari pohon mahoni, di atas wadah tungku batu buatan Belanda yang usianya sudah cukup tua, demi mempertahankan citarasa masakan yang sudah melegenda kelezatannya sejak tempo dulu.

“Zaman boleh modern, tapi Tip Top tetap memilih mempertahankan tardisi. Itu lah membuat kita tidak merubahnya. Bukan hanya citarasa tapi juga suasananya,” kata Didrikus Kelana, pemilik Tip Top Restaurant kepada Kover Magazine, Selasa awal Juni lalu.

Ini lah yang memberikan perbeda Tip Top dengan restaurant lainnya. Disini tamu dapat menikmati berbagai menu yang pernah menjadi favorit para saudagar perkebunan dan para pedagang dari negara Belanda dan negara lain yang pernah tinggal menetap di Medan, di era pendudukan Belanda dan Sekutu, dengan harga variatif dan terjangkau.

Kelezatan aneka West Food seperti Steak Amerika, Huzaren Salad, Uitsmijter, Hot Plate Daging dapat dinikimati dengan harga bervariasi hingga Rp 55 ribu. Untuk Chines Food seperti Ayam Goreng Semboi, Ikan Asam manis, Fuyung Hai dengan harga mulai dari Rp 15 ribu – Rp 36 ribu.

Sementara untuk Indonesian Food, tersaji Gado-gado, Nasi goreng spesial Tip-Top, Kari Kambing, Rendang dan lainnya dengan harga dari Rp 9.000-Rp 15.000. Pengunjung juga dapat menikmati aneka Backry dari Saucijsebrood, Pay nenas,Orange, Specoolas, Taartjes atau yang lainnya dengan harga dari Rp 4.000-Rp 125.000

Untuk aneka minuman dari Jus dan Coffe robusta dari Sidikalang yang sudah legendaris sejak tahun 1934, dapat dinikmati dengan harga cukup terjangkau dari Rp 7.000 hingga Rp 15.000. Kemudian kelembutan aneka rasa Ice Cream dari Java Ice, Ystaart, Carmen harga Rp 7.500-Rp 20.000.

Perpaduan menu tempo dulu dengan lokasi restaurant yang hingga saat ini tetap berada di salah satu bangunan kuno di Jalan Kesawan, dengan pemandangan foto-foto kondisi kota Medan di masa kolonialisme semakin memberikan ciri khas tersendiri yang tidak dapat ditemui di restauran lainnya.

Kemampuan mempertahankan dan melestarikan tradisi itu membuat restaurant ini, pernah dinobatkan sebagai restaurant tertua di Indonesia dari hasil survey yang pernah diumumkan di suatu harian nasional pada tahun 2006 lalu.

“Tip-Top restaurant mendapat nilai lebih, karena lebih lengkap, kita masih menggunakan resep zaman dahulu,” kata Didrikus Kelana, pemilik Tip Top Restaurant kepada Kover Magazine, Selasa awal Juni lalu.

Meski tetap mempertahankan tradisi dan resep tempo dulu, Tip-Top restaurant tetap memadangan kebutuhan para pengunjungnya dengan menambah pelayanan dan fasilitas seperti Wi-Fie gratis. Selain itu, menggelar live music pada hari Rabu, Sabtu dan Minggu untuk memberikan hiburan untuk para pengunjung.