Sunday, 23 October 2011

Kejar Prestasi di Cemara Abadi



Siang itu, suasana Sirkuit Cemara Abadi, tanpak lengang. Hanya sebagian orang tanpak sibuk memperbaiki lintasan sirkuit mulai dari membabat rumput, perapian lapangan dan penataan jalan.

Kondisi ini berbeda bila ada event Rally. Sirkuit yang terletak Jalan H Anif Percut Sei Tuan 1 itu lokasinya persis beseberang dengan tol kompleks Cemara Asri, selalu tumpah ruah dikunjungi oleh pecinta olahraga otomotif dan masyarakat umum yang ingin menyaksikan kelicahan pembalab dalam mengemudi mobil di sirkuit.

Begitu tiba dilokasi, pandangan mata telihat luas menyaksikan hamparan arena rally yang didirikan Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara (Sumut) yang dipimpin Ijeck ini. Lokasinya cukup indah dipandang diantara hamparan perkebunan Kelapa Sawit. Kabarnya, sirkuit ini merupakan sirkuit reli permanen yang pertama dibangun di Indonesia.

Hujan yang sering datang menguyur sirkuit belakangan ini, membuat keinginan pencinta olahraga otomotif, terpaksa sementara menunda menggunakan sirkuit untuk latihan karena medan yang becek dan berlumbur, menunggu lintasan mengering. Biasanya, bila ada kegiatan seperti latihan dan event rally, debu akan berterbangan dari perputaran roda mobil yang melaju kencang.

“Sebenarnya banyak yang ingin datang untuk latihan, namun karena lintasan masih becek karena terus hujan belakangan ini, terpaksa tidak jadi latihan ,” kata Tembong, Koordinator Lapangan Sirkuit Cemara Abadi , Kamis pertengahan September lalu.

Sirkuit yang dibangun diatas lahan 30 hektan dengan memliki panjang lintasan sepanjang ± 7 Km ini, kini menjadi pilihan utama latihan bagi atlet rally yang ingin mengukir prestasi dan mengharumkan daerahnya di Kejuaran Daerah (Kejurda) dan Kejuaranan Nasional (Kejurnas). Hal serupa juga dilakukan kalangan komunitas sepeda motor diantaranya Ekspedisi Trial Mania (Xtrim) dan mobil off-road dan komunitas-komunitas lainnya di hari Sabtu dan Minggu.

Pihak pengelola pun mengaku selalu terbuka bagi komunitas dan pihak yang ingin menggunakan arena sirkuit untuk latihan. “Kita terbuka dengan komunitas mana pun. Namun dengan syarat, bagi komunitas yang datang ke sirkuit untuk latihan, harus meminta surat dulu ke Pengda IMI Sumut,” sebut Tembong yang seharinya

Sebab itu, tak heran bila nama Sirkuit Cemara Abadi pun sudah tak asing lagi bagi kalangan pe-rally Sumut hingga nasional. Event rally pun tidak pernah sepi diselenggarakan. Event yang pernah diselenggarakan diantaranya, Medan Rally 2011, seri kedua North Sumatera Rally Championship yang digelar pada 15-17 Juli lalu. Tak heran, keberadaan sirkuit ini juga mendapat pujian hingga dari kalangan pembalap nasional.

Kembangkan Olahraga Otomotif

Untuk lebih mengembangkan olahraga otomotif, pihak pengelola telah memiliki rencana untuk memaksimalkan Sirkuit Cemara Abadi. Kedepan, Sirkuit ini juga bisa di modifikasi untuk dipergunakan dalam ajang lainnya seperti motocross, grasstrack dan gokart.

Selain menjadi lokasi event lokal maupun nasional, kata Tembong, ada rencana arena balapan tersebut akan didirikan pusat pendidikan Rally di Indonesia untuk melahir bibit-bit baru berprestasi di bidang rally otomotif.

Bagi pecinta olahraga otomotif di Sumatera Utara (Sumut) boleh dikatakan sangat beruntung dengan keberadaan Sirkuit Cemara Abadi. Sirkuit ini setidaknya, bisa memberikan motivasi mendorong masyarakat Sumut yang berbakat di bidang olahraga otomotif untuk mengejar prestasi dalam Sport Rally.


Wednesday, 12 October 2011

Belajar Berkawan di MTC Medan Chapter


Tak sekedar sebagai wadah bagi para pencinta mobil Mercedes Tiger. Mercedes Tiger Club (MTC) Medan Chapter, turut memberikan sumbangisnya bagi masyarakat Sumatera Utara melalui kegiatan bhakti sosial yang mereka adakan..

Hari sudah menjelang malam. Sejumlah orang tergabung dalam MTC Medan Chapter, memasuki sebuah ruang mushola berada di lantai II, Grand Aston City Hall untuk melakukan sholat bersama. Tak lama sehabis sholat, mereka kemudian melanjutkan pertemuan di sebuah ruangan yang sudah disediakan.

Suasana malam itu begitu terasa keakraban dan penuh kekeluargaan. Tak jarang, ketika masih jalannya pertemuan, ada saja lelucon yang muncul mewarnai suasana. Ada sekitar 30 orang hadir dalam pertemuan itu. Pertemuan itu membahas berbagai agenda kegiatan yang telah dilakukan dan kegiatan yang akan datang.

Meski usia kepengurusan MTC Medan Capter yang kini dipimpin MS Sembiring SH ini masih terbilang muda, karena baru resmi dilantik sejak 3 April 2011 lalu. Namun, berbagai kegiatan sudah berjalan. Bahkan, kegiatan MTC Medan Chapter tak hanya di lingkungan eksternal semata.

Pada peringatan bulan suci Ramadhan dan Idulh Fitri yang baru saja dirayakan misalnya. Club yang diisi pecinta mobil Mercedes Tiger ini menggelar bhakti sosial pada Juli-Agustus lalu, sambil melakukan touring ke sejumlah Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara.

Selama tiga hari pada 7-10 Juli lalu, mereka menyerahkan bantuan berupa sejadah, cat, thiner, kuas, Alqur’an, keramik, kubah mesjid ke Mushalla dan Masjid berada di kabupaten Serdangbedagai (Sergei), Tebing Tinggi, Pematang Siantar, Parapat Danau Toba sampai Pulau Samosir.

Kegiatan ini pun disambutan tokoh masyarakat di daerah-daerah yang disinggahi MTC Medan Chapter . Bahkan, Bupati Sergai HT Erry Nuradi turut menyambut dan memberikan dukungan serta apresiasi terhadap kegiatan bhakti sosial yang merela lakukan di Sergai.

Paket Lebaran

Tak hanya di daerah lainnya. Bhakti sosial juga dilanjutkan di kota Medan pada tanggal 21 Agustus 2011. Setelah melakukan sholat subuh berjamaah di Mesjid Agung Medan, MTC mengeliling kota Medan sekitarnya, dengan rute diambil Jalan Dipanegoro- Lapangan Merkeka- Lapangan Benteng- Imam Bonjol- Gajah Mada-Sei Blutu-Setia Budi-Ringroad-Brigjend Katamso-Letjend Suprapto.

Setiap rute yang dilalui, panitia membagikan paket lebaran kepada para Penyapu Jalan, Nazir-nazir Mesjid, penjaga pintu Kereta Api dan kemudian diakhiri kembali di Sekretariat MTC Medan Chapter di Kompleks Bisnis Multatuli , Kompleks Multatuli Indah.

Suksesnya pelaksaan bhakti sosial menurut Ketua Umum MTC Medan Chapter MS Sembiring SH, karena telah terjalinnya kerjasama, kekompakan dan kebersamaan yang terbangun di club ini. “Di MTC ini kita ingin belajar berkawan dan sekaligus kita ingin meningkatkan keimanan di bulan suci ramadhan dan hari raya,” kata MS. Sembiring.

Ketua Panitia MTC Medan Chapter Event ini Yuri Subandi mengatakan kedepannya event bakti sosial akan terus dilakukan. “Tidak hanya sampai disini, kegiatan bakti sosial akan terus kita lakukan kedepannya,” sebut Yuri Subandi.

Ketua Pembina Mercedes Tiger Club Medan Chapter H Ridwan Ibrahim, juga menyampaikan kebanggaannya kepada kepengurusan MS Sembiring SH. “Di sela sela aktivitasnya sibuk, masih sempat memikirkan untuk belajar berkawan, dan berbagi kesesama dan belajar meningkatkan keimanan dalam menggelar acara kegiatan bakti sosial MTC Medan Chapter ini,” ujarnya.

Thursday, 6 October 2011

20 Universitas Belanda akan roadshow di kota Medan

Sebanyak 20 Universitas Belanda akan hadir dalam Holland Education Fair yang di adakan di Grand Aston Hotel, Medan pada 15 November 2011. Dalam event itu, lebih dari 1,500 program studi (bachelor, master, short course dan PhD) yang ditawarkan dalam bahasa Inggris, sehingga memudahkan calon mahasiswa untuk beradaptasi tanpa perlu menguasai bahasa Belanda terlebih dahulu.

“Seluruh program studi yang ditawarkan berbagai universitas tersebut merupakan program studi berbahasa Inggris. Selain pameran, akan ada pula presentasi beasiswa StuNed, NFP, Erasmus Mundus dan pelatihan membuat motivation statement oleh alumni,” yang dikutip Medan Look dari www.nesoindonesia.or.id.

20 Universitas yang hadir dalam event itu terdari

1.Delft University of Technology

2.HAN University of Applied Sciences

3.Hanze University of Applied of Sciences

4.HU University of Applied Sciences

5.Institute for Housing and Urban Development Studies (IHS)

6.International of Social Studies (ISS)

7.ITC: Faculty of Geo-Information Science and Earth Observation

8.Leiden University

9.NHTV Breda University of Applied Sciences

10.Radboud University Nijmegen

11.Rotterdam Business School

12.Saxion University of Applied Sciences

13.Stenden University of Applied Sciences

14.The Hague University of Applied Sceinces

15.TiasNimbas Business School

16.Tilburg University

17.University of Groningen

18.University of Twente

19.Utrecht University

20.Wageningen University

Selain di kota Medan event serupa juga diadakan di Yogyakarta: Phoenix Hotel, 8 November 2011, Bandung: Hilton Hotel, 10 November 2011, European Higher Education Fair di Jakarta: Merak room, JCC 12-13 November 2011

Sunday, 2 October 2011

Hentak Tarian Putri Bangsawan Serdang



Terjun langsung menampilkan keindahaan tarian melayu diatas panggung pertunjukan yang disaksikan ratusan hingga ribuan pengunjung, bagi sebahagian kalangan bangsawan mungkin berat untuk melakukannya. Apalagi mengingat seorang bangsawan yang status berpengaruh terhadap citra pemimpin kaum etnis tertentu, yang begitu dihormati.
Namun hal itu dilakukan Tengku Mira Sinar. Dalam setiap kesempatan di event –event yang berkaitan dengan pertujukan seni dan budaya. Putri bangsawan keturunan Kesultanan Serdang ini, sebaliknya tidak merasa gengsi meski status bangsawan yang melekat di dirinya begitu cukup di hormati masyarakat etnis Melayu karena kedudukannya juga sebagai Ketua Yayasan Kesultanan Serdang.

Malah, Tengku Mira Sinar ikut terlibat dalam pembuatan tari, pemilihan musik tari, menentukan penari dan pemusik, mengajar tari, merias penari, mendesign baju tari, menentukan properti tari, menyusun program kegiatan, dan turut serta menari dalam event tertentu, melalui sanggar Sinar Budaya Group (SBG) yang didirkan ayahnya Almarhum Tengku Luckman Sinar, SH pada tahun 1992 lalu.
Keaktifannya dan perhatiannya itu terkadang kerap menjadi cerita miring, karena dianggap dari sisi management perusahaan, sebagai Direktur di SBG semestinya hal itu tidak dilakukannya, karena bisa dinilai tidak profesional dan diibarat kata kiasan One Man Show. “Bagi saya, penjelasan arti profesional adalah menguasai suatu pekerjaan dan sungguh – sungguh mengerjakannya. Oleh sebab itu, untuk menghindari ketidakpuasan konsumen, saya wajib terlibat dalam pekerjaan yang saya kuasai,”sebutnya awal Agustus lalu.
Namun, cerita miring itu terputus karena setiap event yang diikutinya, mendapatkan apresiasi dan antusiasme penonton di setiap pertunjukan tari SBG di luar negeri, Bahkan pernah ketika pentas Makyong di Bukittinggi dihadiri 5000 penonton. Sejak kepemimpinan SBG berada ditangannya dari tahun 2003 lalu, seni tari budaya Melayu dipertunjukannya ke berbagai even baik di dalam dan luar negeri. Diantaranya negara ASEAN, Asia, UEA, Qatar, Eropa, Amerika Latin dan lain – lain.
Bahkan, pada tahun 2006, Ia mulai memperluas kegiatannya sebagai penyelenggara kegiatan (EO) untuk event – event adat dan seni budaya Melayu ke daerah – daerah dan menerbitkan buku – buku seni budaya Melayu.

Wajib Sejak di bangku SD
Perjalanan Mira Sinar menuju panggung pementasan, menyimpan cerita. Meski sejak di bangku SD, sebagai putri bangsawan Serdang sudah diwajibkan menari tari tradisi. Ibu tiga putera ini, sempat meninggalkan kegiatan menari cukup lama ketika beberapa kurun waktu pindah ke Jakarta.
Untung, begitu kembali ke Medan, hasratnya kembali bergelora begitu mendengar alunan musik Melayu. Dorongan pun semakin kuat, ketika sering melihat kebolehan ayahnya almarhum Tengku Lukman Sinar turut berlatih di SBG, menunjukan tarian gerakan lompat kijang Serampang XII yang hingga saat ini tak satupun penari SBG dapat meniru gerak tersebut.
Melihat itu, tanpa sepengetahuan ayahnya, diam-diam Mira Sinar mulai berlatih kembali. Dan pada suatu ketika dalam sebuah pertunjukan, Ia pun turut menari bersama penari SBG lainnya, hingga membuat ayahnya terkejut.
Sejak itu tekadnya mendalami seni tari melayu Serdang semakin bulat. Dia mulai menyadari, menyandang nama besar ayahnya Tengku Lukman Sinar tidaklah mudah. Di seni tari, ayahnya pernah sebagai pelakon utama Teater Bangsawan Serdang dan penari Melayu yang pertama kali mempertunjukkan tarian Serampang XII di pentas Internasional di beberapa negara Eropa Timur pada tahun 1955.

“Bagi saya, menyandang nama besar Tengku Luckman Sinar beserta Sinar Budaya Group adalah satu kewajiban yang harus saya jalani sebagai penerus,” ujarnya.


Berkiprah Lewat Sinar Budaya Group
Makanya, dia memilih melanjutkan jejak sang ayah itu, dengan mengembangkan SBG serta mengikuti berbagai perlombaan seni budaya. Salah satu diantaranya mengembangkan seni tarian asal Serdang yakni Serampang XII karya tari Sauti--seorang guru “Sekolah Melayu” di Perbaungan, diciptakan sekaligus dipopulerkan pada tahun 1938, semasa Sultan Serdang V Tuanku Sulaiman Syariful Alamshah bertahta.
Sosok Tengku Luckman Sinar yang dikenalnya, tidak pernah putus asa dan setia untuk terus memperjuangkan budaya Melayu hingga akhir hayat mangkat (meninggal) sebagai Sultan dan Kepala Adat Melayu, ditengah kondisi kritis dalam masyarakat yang saat ini mengalami, membuatnya semakin memberinya motivasi melestarikan budaya melayu yang saat ini berhadapan dengan tren budaya asing.
Sebuah pesan sang ayah yang berbunyi jika ingin menguasai negeri, masyarakat Melayu harus setia kepada jati diri, menanamkan rasa percaya diri, disiplin, berpendidikan tinggi dan bersatu untuk merencanakan program kegiatan yang bermanfaat di dunia. Selalu diingatnya untuk motivasi baginya menghadapi tantangan. ”Ayahnda adalah tauladan bagi saya. Tekad saya ingin terus melestarikan budaya Melayu,” tuturnya..

Hadapi Tatangan Tarian Modern
Sebagai keturunan Kesultanan Serdang yang hidup di era globalisasi budaya saat ini, Ia menyadari betul bukanlah pekerjaan yang muda merangkul kaum muda untuk lebih mencintai seni budaya etnisnya. Diperparah lagi dengan masih kurangnya perhatian pemerintah terhadap program seni tradisional.
Toh, Ia memilih untuk tidak menyerah dengan keadaan. Lewat SBG, Ia terus mengadakan pendekatan kepada generasi muda melalui seminar, pelatihan dan workshop di berbagai tempat. Membuat promosi-promosi agar seni budaya tersebut dapat dikenal oleh masyarakat umum serta mengadakan event-event yang terorganisir yang berfokuskan kepada seni dan budaya, menerbitkan buku “Teknik Pembelajaran Tari Melayu Tradisional” dilengkapi dengan gerakan visual dalam bentuk VCD.
Lewat SBG, Ia memiliki keinginan mengembangkan seni budaya dikalangan generasi muda agar mampu bersaing dengan budaya-budaya lainnya di seluruh nusantara, melestarikan seni budaya peninggalan sejarah agar tetap terpelihara - dan dikenal sebagai bagian daripada kebudayaan nasional dan membina keberadaan seni budaya untuk dapat terus berkembang sebagai pendukung pembangunan Nasional dalam bidang seni budaya.
”Pada tahun 2011 ini, SBG telah mempunyai ruang latihan tari yang cukup luas. Dengan adanya aula ini, jerih payah membesarkan SBG telah saya capai hasilnya terbukti SBG satu – satunya sanggar tradisi di Sumatera Utara yang mempunyai aula milik sendiri. SBG juga membuka cabang di komplex perumahan Srigunting Indah,” paparnya.
Namun Ia menyadari, sebagai seorang manusia, pasti memiliki keterbatasan untuk bisa mewujudkan keinginan itu dengan sempurna, tanpa adanya dukungan yang serius dari pemerintah dalam melestarikan seni dan budaya melayu.