Monday, 30 March 2015

Melihat Sentra Perkebunan Kopi di Sumatera Utara

Di antara komiditi dari perkebunan, kopi kini menjadi salah satu andalan Provinsi Sumatera Utara. Nah, bagi Anda yang ingin mengetahui  lebih dekat, berikut ini Sentra produksi komoditi Kopi di sejumlah kabupaten yang dihimpun dari berbagai sumber:


1. Kabupaten Mandailing Natal
Kabupaten ini sangat dikenal dengan Kopi Mandailing, merupakan kopi Arabika Spesaliti. Keunggulan kopi ini dibanding kopi Robusta adalah, aroma yang lebih sedap, rasa yang lebih enak dan memiliki kadar kafein yang lebih rendah. Kopi Mandailing tumbuh pada ketinggian 1.700 mdpl terdapat di Kecamatan Ulu Pungkut (Hulu Godang), Kecamatan Pakantan dan Kecamatan Muara. 

2. Kabupaten Humbang Hasundutan 
Kabupaten Humbang Hasundutan merupakan salah satu sentra produksi kopi Arabika tersebar di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Paranginan, Kecamatan Lintongnihuta, Kecamatan Doloksanggul, Kecamatan Pollung, Kecamatan Sijamapollang dan Kecamatan Onanganjang. 
Keadaan ini tentunya didukung oleh letak geografis, suhu dan curah hujan yang sesuai untuk pertumbuhannya sehingga luas kebun kopi cenderung bertambah.
Kopi Lintong sebutan untuk kopi Arabika khas Humbang Hasundutan sudah dikenal jauh sejak ratusan tahun yang lalu dan kini menjadi trade mark yang  sangat terkenal di pasaran international dengan berbagai nama seperti” Sumatra Lintong Arabica, Sumatra Lintong Mandheling, Blue Batak, dan lain-lain.

Potensi Kopi di Kabupaten Humbang Hasundutan 

Produksi 2012 5.982 Ton
Produksi 2011 5.816 Ton
Produksi 2010 5.656 Ton

Data: Sumatera Utara Dalam Angka 2013

3. Kabupaten Dairi
Kabupaten Dairi memproduksi dua jenis kopi, yakni Arabica dan Robusta yang memiliki citarasa khas yang berbeda. Sebahagian bear home industry di kabupaten ini hanya mengelola kopi robusta saja. Sedangkan kopi arabika untuk diekspor. 
Berdasarkan data Kabupaten Dairi Dalam Angka 2012, perkebunan kopi di daerah ini seluas 18.999 hektar atau 9,86% dari luas wilayah Kabupaten Dairi 192.180 hektar. Kabupaten Dairi berada pada ketinggian  1.066 mdpl, sehingga cocok untuk budidaya kopi. 

Potensi Kopi di Kabupaten Dairi

Produksi 2012  11.145 Ton
Produksi 2010  12.847 Ton 
Produksi 2009   2.606 Ton
Produksi 2008  18.168 Ton

Data: Sumatera Utara Dalam Angka 2013

4. Kabupaten Samosir 
Di Kabupaten Samosir jenis tanaman kopi dikenal dengan nama Sigarar Utang. Kopi Sigarar Utang merupakan varietas unggul Kopi Arabica yang namanya telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 205/Kpts/SR.120/4/2005 Tentang Penetapan Varietas Kopi Sigarar Utang sebagai Varietas Unggul.
Dikatakan kopi Sigarar Utang karena petani beranggapan bahwa hasil kopi dapat segera membayar utang modal ketika menanam karena waktu tanam kopi ini sangat singkat, dimana kopi ini berbuah pada usia satu tahun delapan bulan. 
Kabupaten Samosir sangat berpotensial untuk usaha perkebunan kopi mengingat topografi yang berbukit. Sentra produksi komoditi Kopi di Kabupaten ini, yaitu di Kecamatan Ronggur Nihuta, Kecamatan Pangururan dan Kecamatan Palipi. 


5. Kabupaten Karo 
Tanaman kopi di Tanah Karo tersebar di seluruh Kecamatan dan yang paling luas secara berturut terletak di Kecamatan Merek, Tiga Panah, Simpang Empat, Payung dan Munthe. Saat ini Kecamatan Merek lebih dikenal sebagai sentra produksi Kopi, karena wilayah ini merupakan garis pengembangan tanaman Kopi dan kini mencapai 1500 Ha. Kopi yang dikembangkan adalah jenis Arabica. 
Pada masa akan datang Kecamatan Merek direncanakan menjadi daerah KIMBUN-KOPI dimana mulai dari proses penanaman sampai pengolahan menjadi bubuk dipusatkan di Kecamatan Merek. Kini tercatat seluas 5.045 Ha dengan produksi 10.837,85 ton tanaman Kopi yang ada di Kabupaten Karo.

6. Kabupaten Tapanuli Utara
Di Kabupaten Tapanuli Utara, tanaman kopi  merupakan salah satu komoditi unggulan perkebunan rakyat dan primadona yang telah lama dikembangkan/dibudidayakan masyarakat secara turun-temurun di hampir semua kecamatan. Spesies yang dikembangkan diantaranya Kopi Arabica, Kopi Liberika dan Kopi Robusta. 
Tanaman Kopi Lintong dari spesies Arabika telah dikenal di mancanegara yang memiliki keunggulan komperatif dibanding kopi lain di Indonesia. Kopi Lintong merupakan Natural Endowment bagi Kabupten Tapanuli Utara yang memiliki keunggulan cita rasa seperti: aroma, taste dan flavor yang prima serta mutu yang lebih tinggi. 
Luas Areal perkebunan kopi 21.362 Ha tersebar di 15 kecamatan dengan produksi 8.058,88 ton. 

7. Kabupaten Simalungun
Tanaman kopi di Simalungun diusahakan di 18 kecamatan, sebagai sentra produksi terdapat di kecamatan: Raya, Panel, Sidamanik, dan Dolok Pardamean, menyusul kecamatan : Silima Kuta, Jorlang Hataran, Dolok Silau, Purba, GS Bolon dan Dolok Panribuan.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan, spesies kopi yang dikembangkan di Kabupaten Simalungun, yakni Kopi Robusta dan Kopi Arabika. Luas lahan Kopi Robusta 2.682,9 ha dan kopi Arabika 7.283,41 ha.  
Kabupaten Simalungun yang berada di ketinggian 1.000-1.400 meter di atas permukaan laut sangat cocok dan ideal untuk tanaman kopi. (Midian Coki)

Saturday, 28 March 2015

Sejarah Medan dari Gedung Balai Kota

Gedung eks Balai Kota dikenal sebagai simbol kejayaan Kota Medan di masa lalu. 

Gedung eks Balai Kota di bagian depan Grand Aston City Hall Hall, Jalan Balai Kota, Medan. Foto: www.pemkomedan.go.id

Gedung eks Balai Kota di bagian depan Grand Aston City Hall, Jalan Balai Kota, Medan, masih tetap terlihat megah berdiri. Pilar-pilar gaya Yunani pada bagian depan bangunan dibalut dengan warna serba putih begitu anggun dipandang. Meski sudah berusia ratusan tahun, hawa Kota Medan tempo dulu masih bisa dirasakan dari desain arsitekturnya yang bergaya eropa awal abad 20.

Gedung eks Balai Kota memang memiliki keunikan tersendiri dibanding gedung tua lainnya di Kota Medan. Misalnya, pada bagian menara terdapat jam dan lonceng buatan sebuah pabrik di Belanada Van Bergen yang dipasang pada tahun 1913. Jam ini merupakan sumbangan Tjong A Fie, seorang saudagar Cina yang sukses membangun perkebunan di Tanah Deli.

Kesawan Tempo Dulu. Foto:www.kaskus.co.id

Di masa kedudukan kolonial Belanda, jam ini selalu berdentang setiap satu jam sekali dan menjadi petunjuk waktu di sekitar kawasan Lapangan Merdeka tempo dulu.
Gedung ini dahulunya digunakan sebagai pusat pemerintahan Kolonial Hindia-Belanda yang dibangun CM Boon, seorang arsitek Belanda pada tahun 1908, terakhir digunakan sebagai kantor Wali Kota Medan tahun 1990 dan sejak tahun 2005 lalu, berubah peruntukan menjadi D'Haritage Cafe di bawah manajemen Grand Aston City Hall. 

"Sesuai dengan visi kami, ini merupakan solusi untuk menyelamatkan gedung Balai Kota. Beruntung ada pengusaha yang mau membangun hotel Grand Aston. Pemko Medan juga sudah menunjukan komitmennya tidak menghancurkan gedung itu," sebut Hairul, Ketua Pelaksana Harian Badan Warisan Sumatera (BWS) .

BWS merupakan salah satu lembaga nirlaba yang selama ini sangat getol dalam meperjuangkan pelestarian bangunan-bangunan sejarah di Kota Medan, salah satu diantaranya adalah gedung eks Balai Kota Medan.

Kesawan Tempo Dulu Foto:www.szlovely.wordpress.com


Berbagai catatan sejarah menuliskan, berdirinya gedung Balai Kota Medan memiliki hubungan kuat dengan sejarah berdirinya Kota Medan. Adalah Jacobus Nienhuys, seorang saudagar asal Belanda yang menjadi pelopor berdirinya Kota Medan.

Ketika masa kepimpinan Mahmoed Perkasa Alam Shah sebagai Sultan Deli, Jacobus Nienhuys mendapat kepercayaan membuka perkebunan tembakau di wilayah bagian selatan Labuhan di bawah perusahaan Deli Maatschapij Company.

Keberhasilan Jacobus Nienhuys membuka perkebunan Tembakau, lambat-laun menarik minat para saudagar dan perusahaan dagang asing membuka perkebunan tembakau di Tanah Deli, termasuk juga masyarakat pribumi yang berdatangan untuk mengadu nasib.

Kedatangan para pedagang asing dan meningkatnya urbanisasi penduduk pribumi memberika dampak positif terhadap ekonomi Tanah Deli. Melihat Medan-yang saat itu disebut kampung Medan Putri, semakin berkembang, pembanguna sarana dan prasarana dibutuhkan, termasuk gedung Balai Kota Medan.

Dengan semakin ramainya aktivitas perdagangan dan komunitas masyarakat dari berbagai etnis, mendorong pemerintahan Kolonial Hindia-Belanda memindahkan Ibukota Asisten Residen Deli ke Medan tahun 1879. Tidak hanya itu, pada tahun 1887 ibukota Residen Sumatera Timur dari Bengkalis ikut dipindahkan ke Kota Medan termasuk Istana Kesultanan Deli yang semula berada di Kampung Bahari (Labuhan) juga pindah seiring dengan selesainya pembangunan Istana Maimoon pada tanggal 18 Mei 1891, sehingga Ibukota Deli telah resmi pindah ke Medan.

Pada tahun 1915 Residensi Sumatera Timur ditingkatkan kedudukannya menjadi Gubernemen. Pada tahun 1918 Kota Medan resmi menjadi Gemeente (Kota Praja) dengan Walikota pertama, Baron Daniel Mackay.

Nah, bagi yang ingin merasakan bagaimana suasana Medan Tempo Dulu, dapat mengunjungi D'Haritage Cafe di Grand Aston City Hall. 

Bioskop di Medan, Dari Masa ke Masa

Bioskop Ria Tempo Doelo

Bioskop tidak terpisahkan dengan perkembangan perfilman di Indonesia termasuk di Kota Medan

Kegiatan Apresiasi Film Indonesia ke-3  digelar di Istanan Maimun, 13 September lalu, berjalan sukses menyedot perhatian insan film dan masyarakat Kota Medan. Salah satu stand yang ramai dikunjungi di event ini, adalah stand tentang sejarah perkembangan perfilman di Kota Medan. Di stand ini, pengunjung bisa
mengamati bagaimana sejarah perkembangan perfilman di Kota Medan. 

Dari berbagai sumber diperoleh, film ternyata sudah mulai  diputar di Kota Medan, sejak tahun 1940-an, semasa kedudukan kolonial. Film yang pernah diputar kala itu, yakni Loetoeng Kasaroeng, Eulis Atjih, Lily Van Java, Resia Boroboedoer,  Setangan Berloemoer Darah, Njai  Dasima, Rampok Preanger, Si Tjonat dan De Stem Des Bloed (njai siti). Kemunculan film di Medan kala itu juga menjadi awal kemunculan bioskop di Kota Medan.

Fanny Handayani, ketika masih kuliah di Fakultas Sastra, Universitas Sumatera Utara (USU), pernah menulis Sejarah Bioskop di Kota Medan, sebagai sekripsinya. Dari penggalian data yang dilakukannya dari berbagai sumber, bioskop ternyata sudah berkembang di Kota Medan sejak  tahun 70-an, dengan hadirnya Bioskop Deli, Riix Bioskop, Bioskop Capitol, Bioskop Morning, Orion Bioskop, Riu Bioskop, Bioskop Medan, Caty Bioskop, Orange Deli Bioskop dan Olimpia Bioskop.

Saat itu kondisi gedung bioskop masih sederhana dan tidak luas. Namun demikian, kehadiran bioskop berhasil menarik perhatian masyarakat pada masa itu. Bahkan, bioskop tidak pernah sepi dari penonton.

Sementara di tahun 80-an, bioskop  sudah berdiri di lahan sendiri dan tidak bergabung dengan bangunan lainnya. Bioskop juga telah memulai membuat iklan tentang penayangan jam tayang dan juga melakukan tayangan perdana bagi film-film baru yang ditayang pada tengah malam.

Dengan diadakannya iklan dan pemutaran perdana membuat masyarakat penasaran dan akhirnya berbondong-bondong datang ke bioskop.

"Kalau pada tahun 1990-an kita lebih mengenalnya dengan kata midnight, harga tiketnya yang dijual juga berbeda karena film baru yang ditayangkan jadi harga tiket jadi lebih mahal," ungkap Fanny Handayani.

Fanny Handayani, menyebutkan, di tahun 80-90-an bioskop banyak memutar film asing, seperti film Tamil atau film India, film Barat dan Film Malaysia. Film-film ini juga disaingi oleh film-film nasional.

Hermes XX1. Foto:www.medanguide.com

Berbeda seperti saat ini, gedung bioskop dikombinasikan dengan keberadaan pusat perbelanjaan seperti mall. Namun, seiringnya waktu dan semakin ketatnya persaingan, bioskop lama secara berlahan-lahan akhirnya banyak berhenti beroperasi.

Menurut Fanny Handayani, maju mundurnya dunia perbioskopan di Indonesia lebih disebabkan persaingan oleh perkembangan dunia televisi dan teknologi. Televisi mulai banyak digunakan masyarakat umum sehingga mengurangi intensitas masyarakat untuk datang nonton film ke bioskop, apalagi beberapa film sudah mulai sering diputar di televisi.

"Bagaimanapun juga bioskop telah memiliki paranan yang cukup penting bagi perkembangan dunia perfilman di Indonesia, karena bioskop merupakan salah satu wadah untuk memperkenalkan film-film Indonesia pada masyarakat umum," pungkasnya.

Sunday, 22 March 2015

Omerta Tempatnya Penikmat Kopi

Kafe Omerta di desain dengan sedeharna, minimalis dan terkesan klasik. tempatnya juga tidak begitu besar. Omerta merupakan tempatnya para penikmat atau penggila kopi, tidak heran, jika yang ketempat ini adalah sebagian besar memang maniak dengan Kopi. 

Omerta Koffie Shop terletak di Jalan Wahid Hasyim No.9 Medan. Foto: fDenny Sitohang



SEBELUMNYA kita harus bisa membedakan seorang peminum kopi dengan Penikmat kopi. Jika anda adalah seorang peminum kopi, berarti anda hanya minum kopi tanpa harus repot ingin tahu darimana kopi itu berasal dan jenis kopi apa yang digunakan. Ini lain halnya dengan seorang Penikmat kopi, selain meminum kopi, ia juga memiliki kepedulian mengenai selak beluk kopi, mulai dari asal, rasa dan Aroma kopi.

Di kota Medan ini tidak begitu banyak yang menyediakan tempat khusus yang menyediakan kopi yang spesial, masih segar dan kopi yang mempunyai rasa serta aroma yang khas untuk para penikmat kopi. Namun, jika anda adalah seorang penikmat kopi,  Anda tidak perlu bingung lagi mencari tempat untuk memuaskan hasrat ngopi anda, karena ada salah satu tempat di kota Medan yang menyediakan berbagai kopi khas Sumatera yaitu ada di Omerta Koffie Shop.

Omerta Koffie Shop terletak di Jalan Wahid Hasyim No.9 Medan. Omerta dikelola oleh seorang pria yang juga mempunyai profesi sebagai seorang jurnalis di kota Medan. beliau bernama Denny Sitohang. 

Owner Omerta KoffieDenny Sitohang
Dari penuturan bang Denny, nama Omerta sendiri diambil dari Salah satu judul novel karya Mario Puzo. Omerta artinya aksi tutup mulut di lingkaran mafia Italia. Orang Italia tak bisa dilepaskan dari budaya minum kopi, budaya yang ingin ditularkan juga dengan orang Medan. Omerta juga perlu dibudayakan agar orang lebih banyak bekerja daripada banyak bicara. ”Aksi Omerta itu Untuk Lebih Kreatif”.

Omerta menyediakan berbagai macam kopi spesial seperti Kopi Sidikalang. Kopi Lintong, Kopi Matiti dari Dolok Sanggul, Kopi Luwak, Kopi Toraja, Kopi Gayo, bahkan ada juga kopi impor seperti kopi Kolombia, Guathemala, Ethiopia dan lainnya. Untuk Kopi Impor, tidak tersedia dalam jumlah yang banyak, sehingga tidak selalu ada di Omerta. Secara keseluruhan kopi-kopi yang ada di Omerta di pesan dalam jumlah sedikit untuk menjaga kualitas kesegaran, aroma serta rasanya.

Satu Hal yang harus diketahui dan diingat, kopi-kopi yang ada di Omerta merupakan kopi asli dalam bentuk biji, dan bukan yang sudah menjadi bubuk. Sehingga setiap orang yang ingin ngopi akan disajikan secara manual, melalui proses penggilingan terlebih dahulu menggunakan mesin khusus yang biasa disebut Grinder. lalu diseduh dengan air panas yang masih mendidih yang suhu panas airnya sekitar 90 derajat Celcius. kemudian disajikan dengan berbagai metode yang diinginkan seperti espresso, moka pot, dripper, pour over, french press, ibrik, dan tubruk. Jadi, untuk kualitas kopi, aroma serta rasanya pasti terjamin khas dan berbeda dari yang lain.

Kafe Omerta di desain dengan sedeharna, minimalis dan terkesan klasik. tempatnya juga tidak begitu besar. Omerta merupakan tempatnya para penikmat atau penggila kopi, tidak heran, jika yang ke tempat ini adalah sebagian besar memang maniak dengan Kopi. www.ottencoffee.co.id

Menurut saya kafe ini memang didesain Unik, jika datang ketempat ini, anda akan melihat beberapa meja yang sengaja dibuat dari mesin jahit jaman dulu, yang terdapat sebuah pijakan kaki untuk mengayun dan menggerakkan mesin jahit tersebut, namun di Omerta disulap menjadi sebuah meja mini yang terlihat klasik. Tidak hanya disitu, masih banyak interior menarik dan unik yang bisa anda lihat jika mau datang ngopi ke Omerta Koffie Shop. (Info seputar kopiwww.manfaatkopi.comzonakopi.combincangkopi.com)

Di Omerta, selain bisa ngopi dan bersantai, anda bisa berdiskusi ringan dengan pemiliknya yaitu bang Denny. Anda bisa bertanya berbagai hal yang berkaitan dengan kopi. Mulai dari mana pasokan kopi berasal, bagaimana menikmati kopi sebenarnya, bagaimana penyajian kopi yang Pas. Masih belum paham penjelasan penyajian kopinya? anda bisa melihat langsung proses penyajian kopi yang akan anda minum di dapur Omerta.

Apakah Anda penasaran dan tertarik seperti apa Kopi di Omerta? Datang saja langsung ke Omerta Koffie Shop. Jadikan tempat ini sebagai daftar Wisata Kuliner yang ada di Kota Medan yang wajib anda kunjungi. Untuk Informasi anda bisa akses langsung halaman websitenya, yaitu omertakoffie.com. (Rudy Hartoyo)

Dokter Pola Hidup Sehat

Paras wajahnya keibuan. Tubuhnya tinggi dan langsing. Gaya bahasanya rendah diri bila berbicara dengan siapa saja. Sebahagian banyak waktunya digunakan untuk memberikan pendidikan hidup sehat kepada masyarakat di pinggiran kota hingga pelosok desa.

Apsari Diana Kusumastuti
Foto: Pribadi


Saya pernah bertemu dengannya di Baba Cafe, Jalan Kesawan, Medan, Agustus 2013 lalu, sewaktu saya masih bekerja sebagai redaktur (editor) di Harian Jurnal Asia. Ditemani dua cangkir kopi panas dan pisang goreng di bubuhi coklat, menambah keakraban selama perbincangan kegiatan rutinnya memberikan pendidikan pola hidup sehat dan lingkungan hidup kepada masyarakat.

Kegiatan ini dilakukan Apsari Diana Kusumastuti di bawah bendera Health Education, Research & Technology (HeratIndo) Foundation, lembaga didirkan bersama Prof dr Sutomo Kasiman Sp PD SpJP, dr Ichsan Agus Efendi dan Jandes Sragaih MKes pada tahun 2009 lalu. Di HeratIndo Foundation, Apsari--panggilan akrabnya, duduk sebagai direktur.

"Kami adalah segelintir orang yang memiliki background kesehetan dan ingin mencoba membantu masyarakat dan Pemerintah Indonesia dalam sektor pendidikan kesehatan masyarakat khususnya untuk preventif (pencegahan) program," ungkap kelahiran Pontianak, 10 April 1969 ini. 

Apsari mengatakan, HeratIndo Foundation, memiliki wilayah kerja di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Program utama dikerjakan adalah mengedukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), untuk tatanan Sekolah Dasar, Posyandu, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta masyarakat.

Selain program utama ini, HeratIndo Foundation juga memiliki program Anak Muda Perangi AIDS, Pasar Sehat, Nutrisi untuk PAUD, World Heart Day, Global Handwashing Day, International Children Day. "Seluruh program tersebut bermitra bersama Uniliver Indonesia dengan tujuan akhir 'Sustainability Living Plan'," terang Apsari. 

Memilih pekerjaan ini, memiliki tantangan tersendiri. Tidak jarang, saat menjalani tugas, pehobi Photography ini, harus melalui medan yang kotor, kumuh dan terisolir. Namun kondisi medan seperti ini dilaluinya dengan santai. "Saya lebih senang blusukan bang ketimbang masuk mall," ujarnya tersenyum. 

Bagi lulusan pasca sarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara (USU), dengan predikat cumLaud ini, bertemu banyak orang dan mengunjungi tempat-tempat baru banyak memberi inspirasi dan bisa memperkaya wawasan soal menjalani hidup.

 Apsari Diana Kusumastuti. Pribadi
"Saya juga bisa merefleksikan diri, melihat apa yang saya miliki sekarang, yang masih saya impikan dan mengevaluasi juga untuk menuju manusia lebih baik," kata istri Aredew Paul Watts ini. 

Memberikan pendidikan hidup sehat kepada masyarakat di pinggiran kota hingga pelosok desa dan daerah bencana sudah dilakukan Apsari sejak menyelesaika pendidikan Kedokteran di Universitas Methodis Medan (1987-1995).

Sebelum di HeratIndo Foundation, pehobi photography, cooking dan traveling ini pernah bekerja di sejumlah organisasi kesehatan dunia: United States Agency for International Development (USAID), World Health Organization (WHO), Red Cross dan Millinneum Challenge Corporation (MCC). 

Tak hanya itu, ia juga pernah memperkarsai, mengembangkan dan memfasilitasi 11 Dinas Kesehatan di Provinsi di Sumatera Utara, membangun forum komunikasi dengan tujuh organisasi: IDAI, IBI, IDI, PKK, Aisyiyah, Muslimat NU dan lain-lain. 

Ketertarikan, Apsari pada kegiatan sosial kemasyarakatan khusus di bidang kesehatan, terinsipirasi dari sosok Mahatma Gandhi, seorang pemimpin spritual yang paling penting dalam kemerdekaan India. 

"Beliau (Mahatma Gandhi) sosok idola saya. Beliau mengatakan, sekolah hidup ada di tengah masyarakat dari berbagai latarbelakang dan komunitas," ujarnya.

Apsari memiliki impian suatu hari nanti, Indonesia memiliki sistim komunitas terpadu untuk pengelolaan dan manajemen kesehatan untuk masyarakat. (Midian Coki)  

Friday, 20 March 2015

MICE Butuh Kepastian Hukum dan Kemudahan

Sofyan Nasution
Untuk mengembangkan prospek pariwisata MICE, tak cukup mengandalkan infrastruktur dan fasilitas semata. Peran dan dukungan dari pemerintah kepada stackholder sangat dibutuhkan. 

Menggeluti usaha Event Organizer (EO) sejak tahun 2001, Sofyan Nasution sudah merasakan pahit manisnya menyelenggarakan berbagai event di Kota Medan. Tak heran, Sofyan masih merasakan minimnya dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kota Medan, dalam memberikan kepastian hukum dan kemudahan kepada para pelaku usaha EO dalam menyelenggarakan pariwisata MICE. 

Salah satu kendala yang sering dihadapinya adalah, barang bawaan peserta meeting maupun peserta exhibition kerap dipersoalkan oleh petugas Bea dan Cukai dan aparat lainnya di bandara udara karena dinilai melanggar peraturan.  

Dalam persoalan ini, Sofyan berharap Gubernur Sumatera Utara dan Wali Kota Medan selaku kepala daerah, dapat memberikan jaminan kepada peserta MICE. 

Menurutnya, peraturan sah-sah saja diterapkan, namun ketika ada momen dan kepentingan yang lebih besar lagi bagi Kota Medan, peraturan yang dinilai menghambat perlu dipertimbangkan. "Peraturan kalau bisa fleksibel," tukasnya. 

Tak hanya itu saja, Sofyan juga beharap adanya kemudahan-kemudahaan yang diberikan kepada penyelenggara event. Misalnya, penyelenggara event dapat mempromosikan event di media-media promosi yang dimiliki Pemko Medan. 

Maruli Damanik
Keluhan serupa juga disampaikan Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Sumatera Utara (Sumut), Maruli Damanik. Menurut Maruli, selama ini pelaksana event sering terbentur lamanya dan panjangnya birokrasi pengurusan berbagai izin penyelenggaraan event.

"Kita berharap pemerintah baru nantinya, bisa memangkas birokrasi yang dinilai menghambat perkembangan pariwisata MICE," harapnya. (Midian Simatupang)



Thursday, 19 March 2015

MICE: Masih Banyak yang Harus Dibenahi


Membenahi Kota Medan untuk industri MICE memang tidak gampang, memerlukan waktu dan perencanaan yang matang.

Pemerintah Kota (Pemko) Medan menyatakan akan terus mendorong segenap potensi yang ada untuk memantapkan posisi Ibu kota Provinsi Sumut itu sebagai salah satu pusat wisata MICE. 

Tekad itu disampaikan Wali Kota Medan, Dzumi Eldin, pada acara HUT ke-424 Kota Medan di Lapangan Merdeka, 1 Juli lalu. Pernyataan itu bukan pertama kali disampaikan Dzumi Eldin. Beberapa kali diundang hadir pada sejumlah event, Eldin kerap menyampaikan hal serupa.     

Namun, bagi stakeholder di industri MICE, tekad saja tak cukup. Apalagi selama ini, menurut Sofyan Nasution, pimpinan Procomm, belum terihat gebrakan Pemko Medan dalam mengembangkan Kota Medan sebagai daerah tujuan wisata MICE.  

Selama ini, kata Sofyan, pihak swasta masih jalan sendiri tanpa adanya dukungan dari Pemko Medan. Alhasil, para stackhoder terpaksa melakukan promosi dan lobi sendiri untuk menyakinkan asosiasi, perusahaan untuk menyelenggarakan rapat, konfrensi dan pameran di Kota Medan.

Tak cukup hanya itu saja, menurut Sofyan, masih banyak aspek lain yang harus dibenahi Pemko Medan untuk mendukung industri MICE. Salah satu yang utama adalah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), seperti sopir taksi, pelayan restoran, penjual souvenir, tenaga birokrasi dan sebagainya. 

Selain itu, mempromosikan Kota Medan secara global, membuat calender of event, membangun Official Merchandise Kota Medan sebagai buah tangan bagi peserta MICE. 

Sofyan Nasution
"Makanya, kita membutuhkan pimpinan yang punya visi MICE yang tinggi," kata Sofyan Nasution. 

Sementara menurut Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Sumatera Utara (Sumut), Maruli Damanik, Pemko Medan harus meningkatkan sosialisasi kerjasama tentang industri MICE kepada seluruh stakeholder di Kota Medan. 

Kemudian menambah berbagai fasilitas yang tersedia di Kota Medan untuk berbagai jenis dan penyelenggaraan meeting, konvensi, kongres, konferensi, pameran, incentive tour, dan kegiatan wisata di Kota Medan.

"Kalau kami pelaku pariwisata yang kita usulkan, pemerintah harus membuat gaung yang lebih besar lagi baik melalui media, iklan nasional dan internasional," harap Maruli. (Midian Simatupang)

Mengintip Peluang Medan Kota MICE

Kegiatan MICE, memberikan efek luar biasa dalam pertumbuhan ekonomi. 


Foto:www.ganlob.com

Puluhan ribu pengunjung memadati Pameran Otomotif Medan (POM) 2014 di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention, Jalan Kapten Maulana Lubis, Maret 2014 lalu. Event yang berlangsung selama lima hari itu berjalanan sukses, dengan total transaksi Rp131,11 miliar, dari penjualan 474 unit mobil berbagai model dan merek. 

Sejak beberapa tahun belakangan ini, Kota Medan sering dijadikan tempat penyelenggaraan berbagai event skala besar dari meeting, konfrensi, exhibition, dan sebagainya. 

Bahkan, dari catatan Kamar Dagang Industri (Kadin) Kota Medan, sejumlah event besar lainnya masih berlangsung hingga akhir tahun 2014.

 Sofyan Nasution. Pribadi
"Kadin Medan saat ini sedang merencakan event besar di eks parkiran bandara Polonia, kita akan melibatkan langsung 13 konsul," kata Wakil Ketua Kadin Medan Bidang Industri Kreatif dan MICE, Sofyan Nasution. 

Nah, banyak event besar baik lokal, nasional dan internasional berlangsung di Kota Medan, membuat pemerintah Indonesia menetapkan Kota Medan sebagai salah satu tujuan wisata MICE (meeting, incentive, conference and exhibition) dari 10 kota utama di Indonesia, sejak tahun 2011 lalu.  

Menurut Sofyan Nasution, keunggulan Kota Medan menjadi tujuan wisata MICE di Indonesia, karena Medan merupakan kota terbesar nomor tiga di Indonesia, dengan letak geografis yang startegis dan didukung ketersediaan infrastruktur, fasilitas, transportasi, dan banyak objek wisata yang menarik.

Salah satu infrastruktur yang menjadi daya tarik Kota Medan, diantaranya, Kualanamu International Air Port (KINA), dimana PT Railink telah mengembangkan sistem layanan terpadu dalam pengelolaan dua stasiun yang menghubungkan rute Medan–Kuala Namu.  

Kemudian, didukung dengan sarana transportasi darat dan udara. Serta  bertambahnya jumlah hotel bintang lima, yang menyediakan ruangan untuk kegiatan MICE. 

Makanya, dengan banyaknya kelebihan yang ditawarkan Kota Medan, kegiatan MICE di Kota Medan dinyakini akan terus meningkat. "Bahkan kalau bisa kedepan, Kota Medan menjadi pusat ekonomi di Indonesia bagian barat," harapnya.

Masuknya Kota Medan sebagai salah satu tujuan wisata MICE di Indonesia ternyata memberikan kontribusi bagi para pelaku usaha yang berkaitan dengan industri ini. 

Sofyan yang juga pemilik Procomm, perusahaan bergerak dalam bidang EO, mengaku, sejak Kota Medan menjadi salah satu tujuan wisata MICE, dirinya semakin bergairah dalam menawarkan kerjasama kepada sejumlah pihak untuk menyelenggarakan event di Kota Medan. 

Bagi Sofyan, MICE memberikan peluang bisnis yang menjanjikan bagi yang jeli melihatnya. 

"Setiap perusahaan besar maupun organisasi pasti menyelenggarakan rapat atau pertemuan setiap tahunnya," tukasnya. 

Bahkan, tambah Sofyan, bila dikelolah dengan baik dan fokus oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kota Medan, MICE memberikan dampak begitu besar bagi pertumbuhan ekonomi Kota Medan. "Danpak event MICE luar biasa. Semuanya bisa bergerak," paparnya.   

Maruli Damanik. Pribadi
Danpak industri pariwisata MICE juga dirasakan para pelaku usaha biro perjalanan seperti yang tergabung dalam Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Sumatera Utara (Sumut). 

"Peserta MICE sudah pasti melakukan kunjungan pariwisata setelah melakukan meeting. Di situlah peran pelaku pariwisata," terang Ketua ASPPI Sumut, Maruli Damanik.

Dengan banyaknya kegiatan-kegiatan rapat berstandar nasional dan internasional di Kota Medan, sebut Maruli, sektor pariwisata pasti turut bergerak. 

Dia mencontohkan, para peserta meeting pasti akan membutuhkan akomodasi, jasa pemandu wisata, souvenir dan sebagainya.  

Sebagai pelaku pariwisata, dia berharap, Pemerintah Kota (Pemko) Medan lebih meningkatkan gaung Kota Medan sebagai daerah tujuan wisata MICE baik di Kota Medan, nasional hingga internasional. (Midian Simatupang|Muse Magazine)www.garuda-indonesia.com

Tampil Anggun dengan Kuku Indah

Foto: www.suryaonline.co
Jari mungkin merupakan bagian kecil dari penampilan seorang wanita. Keindahan jari pun saat ini sudah mendapat perhatian khusus bagi wanita, bahkan pria. “Perkembangan nail art dimulai sekitar tahun 2005 lalu,” ujar Mony pemilik D’ Nail Studio.

Saat ini keindahan jari merupakan faktor penting yang harus diperhatikan seorang wanita. Salah satu nya adalah keindahan kuku jari tangan dan kaki. Walaupun ukurannya kecil, tetapi kuku merupakan point penting untuk menunjang penampilan. Tak ayal dewasa ini kaum wanita juga menyisihkan budget mereka untuk melakukan perawatan kuku.

Peluang inilah yang dimanfaatkan Mony menjadi bisnis kecantikan berbasis nail art. D’Nail Studio hadir di Level 1 Zone A-37 Sun Plaza Medan sejak tahun 2004 lalu. “Kuku merupakan faktor pendukung penampilan seorang wanita. Jadi kebersihan dan keindahan kuku juga harus diperhatikan,” ujar Mony.

Beberapa istilah perawatan kuku yakni manycure (tangan)dan pedicure (kaki). Manycure merupakan perawatan khusus yan dilakukan untuk bagian tangan. Langkah perawtan ini termasuk pembentukan kuku, pembersihan kuku, perawatan kutikula kuku dan pewarnaan kuku (kutex). Manycure bertujuan untuk menjaga kelembapan kulit tangan serta mengangkat sel-sel kulit mati.

Perawatan yang sama untuk bagian kaki atau dikenal dengan istilah juga bertujuan untuk menjaga kebersihan kuku kaki dan menjaga keindahan kuku kaki. Selain manycure dan pedicure terdapat juga perawatan berupa Spa Pedicure/Manycure.

“Perawatan spa manycure/pedicure prosesnya sama dengan manycure/padycure tetapi dilengkapi lagi dengan penggunaan lulur dan scrub untuk melembutkan dan membersihkan kulit kaki dan tangan,” ujar Mony.

Selain itu de’ Nail Studio juga menyediakan fasilitas lainnya berupa natural nail tips extension berupa pemasangan kuku palsu, French nail (pewarnaan menggunakan 2 warna), sculptured nail extention, 3D nail art, nail painting, nail piercing, gem stone,maebelizer dan hand/foot paraffin bath (perwatan dengan menggunakan lilin).

Wanita harus memperhatikan keindahan tangan dan kaki mereka. Penggunaan warna yang cerah akan mempercantik penampilan kuku. “Ada beberapa jenis pewarnaan kuku misalnya french nail yaitu perpaduan dua warna kutex. Ada juga kreasi lainnya berupa 3D,  gem stone (kristal), ada juga yang menggunakan mutiara untuk menambah kesan klasik,” ungkap Moni.

Kriteria kuku sehat dapat dilihat dari bentuk kuku yang melengkung, kuat, dan pertumbuhannya 2-3mm dalam kurun waktu 2 minggu. Beberapa masalah kuku yang sering muncul diantaranya ingrown toemeo (kuku tumbuh ke dalam daging), kuku rapuh, kuku berbentuk kipas dan kuku berjamur. Keseluruhan masalah tersebut dpat diatasi dengan perawatan secara kontinue.

Kapalan dan kulit pecah-pecah juga sering terjadi pada kulit kaki dan tangan. Hal ini dapat diantisipasi dengan pemberian lotion/cream pada kulit kaki dan tangan serta penggunaan vitamin pada kuku dan kutikula kuku. Vitamin berfungsi untuk merangsang pertumbuhan kuku baru, menjaga kelembapan kuku dan penguatan kuku.

Flek hitam pada kulit tangan dan kaki dapat dihilangkan dengan menggunakan paraffin atau lilin. “Lilin dicairkan dan ditunggu hingga suhunya turun kemudian kaki dan tangan direndam dalam lilit,” ujar Moni.

Penggunan kutex juga harus diperhatikan. Kandungan kimia dan zat pengawet dalam kutex dapat menyebabkan kerapuhan kuku, untuk itu sebaiknya pemakaian kutex tidak lebih dari 2 minggu terutama pada penggunaan kutex berwarna tua seperti coklat, hitam, merah tua dan lainnya. Sebaiknya setelah 2 minggu pemakaian kutex, kuku harus “distirahatkan” 2 hingga3 hari. Penggunaan jangka panjang kutex dengan harga miring juga sebaiknya dihindari.

Dalam perkembangannya tak hanya wanita saja yang memperhatikan kebersihan kuku mereka. Kaum pria pun tak mau ketinggalan. “kami juga memiliki pelanggan pria. Pada umumnya perawatan kuku pada pria sama dengan wanita hanya saja mereka menggunakan produk kutex yang dikhususkan untuk pria,” ungkap Moni.

Foto: www.nyata.co.id

Nail Latte
Perawatan dan seni memperindah pada kuku juga dilayani Nail Latte berlokasi di Jalan Gatot Subroto Nomor 120, Simpang, Sei Deli, sejak 24 Desember 2011 lalu. Nail Latte menawarkan berbagai bentuk pelayanan dan produk dalam memanjakan kuku bagi yang peduli dengan kesehatan kuku dan penampilan  kesan indah dan menawan.
Nail Latte menyediakan 300 varian stiker kuku yang dijamin menyatuh langsung dengan kuteks dengan ketahanan  bisa mencapai selama 2 bulan. Selain itu juga melayani pemasangan kuku palsu (artificial).
Bedanya, disini pelayanan hanya diberikan bagi kaum wanita semata. Namun demikian merangkul seluruh segmen usia, mulai dari anak-anak, sampai berstatus orang tua. Tarif yang dikenakan pun bervariasi tergantung dari keinginan konsumen sendiri.  
Misalnya, untuk kuku berpenampilan polos pada kuku bagian tangan (manicure) dikenakan Rp 40 ribu. Pada bagian kaki (pedicure) dikenakan Rp 60 ribu.  Bagi yang ingin kuku dihias dengan gambar dikenakan Rp 80 ribu pada tangan dan pada kaki Rp 100 ribu. “Tahapan service yang kita berikan mulai dari membentuk, merapikan cutcle, mewarnai, lukis kuku,” sebut Ervi Juliana salah satu pemilik  Nail Latte.
Yang membedakan bentuk pelayanan Nail Latte dengan perawatan kuku lainnya di Medan, pengerjaanya dilayani secara langsung Ervi Juliana sendiri. Ervi Juliana sendiri pernah mengikuti pendidikan kuku di Singapura. Ini lah membuat Nail Latte sangat menjaga mutu pelayanan.  “Namun, kita baru melayani bila ada janji dahulu,” ujarnya.
Tak hanya, menerima service kuku, Nail Latte juga menjual produk-produk kesehatan dan perawatan kuku, seperti kuteks merek OPI Original, Orly untuk french kuteks,  produk untuk memutihkan kulit dan mengangkat sel-sel mati seperti Scrubbing salt dengan 5 varian aroma, Polish Solvent mengengencangkan kutek dan Polish Remover menghapus kuteks.  
Untuk vitamin tersedia Base Coat, Top Coat untuk mengkilatkan kuku dan masih banyak lagi yang sangat bermanfaat bagi kuku. “ Jadi selain service kita juga melayani penjualan produk. Selain itu kita juga membuka kursus kuku dan setelah menyelesaikan kurus akan diberikan sertifikat,” papar Ervi Juliana. (midian coki)


Wednesday, 18 March 2015

Melirik Bisnis Spa di Kota Medan

www.thraciancliffs.com
Keberadaan Spa di Kota Medan, kian marak bak jamur di musim penghujan. Pusat perawatan tubuh ini, semakin gampang ditemui di pinggiran jalan, dari pusat hingga pinggiran Kota Medan. Bentuk pelayanan perawatan dan media yang ditawarkan pun kian beragam dengan tarif bervariasi. Lantas apa yang membuat bisnis ini semakin ramai?.

Beberapa waktu lalu--semasa masih bekerja di Kover Magazine, saya sempat memawancarai, Irene Tan, Direktris International Beauty and Health Spa di Jalan Biduk Baru/Kirana Raya Nomor 8-14. 

Menurut Irene Tan, bisnis spa sangat menjanjikan karena melihat dari semakin berkembangnya Kota Medan, maka kebutuhan untuk merelekskan badan pasti meningkat. 

"Dikarenakan  aktifitas yang meningkat di era modern saat ini, wanita kurang mempunyai waktu untuk memanjakan diri dan tuntutan akan kaecantikan, maka spa adalah solusi yang baik untuk menenangkan pikiran, sekaligus merawat tubuh agara lebih energik dan penuh vitalitas," ungkap Iren.

Irene Tan menyebutkan, Spa pada dasarnya adalah tempat kecantikan, perawatan tubuh, kesehatan, kebugaran dan rileksasi. beberapa penelitian mengungkapkan bahwa perawatan dengan berbagai cara seperti berendam, memakai pancuran, menggunakan metode semprot, hydrotherapy, pijatan dan sebagainya yang berguna menguatkan sistem kekebalan tubuh, melancarakan sirkulasi darah, memperbaiki kinerja kelenjar limpah, dan sistem metabolisme tubuh. 

"Spa sebagai bentuk perawtan tubuh memiliki kesamaan dari sudut medis sebagai tempat rehabilitasi kesehatan dan psikologis," tambahnya.

Dijelaskannya, Spa merupakan kependekan dari solus per aqua atau sanitas per aqua, dalam bahasa latin yang artinya kurang lebih ‘mengupayakan kesehatan dengan memanfaatkan air'.      

Iren mengatakan, produk spa banyak. Beberapa jenis perawatan spa yang  juga ditawarkan di International Beauty and Health Spa, yakni milk spa, honey spa,
ginger milk spa, lavender spa, green tea spa, jamu spa, yogurt spa, vege spa, avocado spa, fruit spa, salt glow spa, collagen paraffin spa, oxygen spa, chocolate spa, redwine spa, gingseng spa, shirodhara spa, floral spa, mangosteen spa, turkish foam spa, v-spa, mavel therapy, back therapy, fire healing therapy, foot spa, foot detox, spa facial, eye treatment, bust enchancement, slim face, dan express slim.

Irene Tan mendirikan International Beauty and Healt Spa berdiri sejak tahun 1986 di Medan. Sejak tahun 1998, dia kemudian mengahdirkan Perawatan Day Spa Modern.

"Yang memotivasi saya adalah Ibu saya , Ibu Nelly Tan, pendiri First Lady Beauty College (Singapore) dan International Beauty And Health Spa, seorang Profesional Aesthentician Profesional," tuturnya. 

Berikut beberapa tips memilih perawatan spa yang tepat disarankan Irene Tan:

1. Tempat spa memenuhi standar kesehatan baik dari produk yang digunakandan peralatan. ruang dan peralatan dilakuakan sterilisasi untuk setiap pelanggan demi kenyaman dan melindungi pelanggan dari penyakit yang menular.

2. Sterilisasi, sanitasi dan higienis

3. Perawatan spa sesuai kebutuhan masing-masing, menghilangkan pegal-pegal, sakit otot; misalnya hela stone atau collagen pearawatan spa untuk melembutkan dan menghaluskan kulit. (Midian Coki)

Saturday, 14 March 2015

Serunya Wisata Rafting di Sumatera Utara

Sumatera Utara memiliki banyak sungai yang sangat menantang untuk kegiatan olahraga maupun wisata arung jeram (rafting). Bagi Anda yang ingin piknik sembari menguji adrenalin, rafting sangat sesuai untuk dicoba. Berikut lokasi rafting yang bisa Anda kunjungi dari berbagai sumber yang dihimpun medanlook.blogspot.com: 



1. Sungai Binge 

Sungai Binge sudah sangat populer di Sumatera Utara untuk kegiatan wisata arung jeram (rafting) karena memiliki tingkat kesulitan 2-3 dalam klasifikasi tingkat kesulitan internasional. Tingkat kesulitan ini masuk dalam kategori aman dan cocok untuk pemula dan rekreasi karena selain aman juga memiliki tantangan yang tidak kalah hebatnya denngan Arung Jeram di tempat lain. Jarak tempuh pengarungan berkisar 6 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2-3 jam.

Lokasi              : Desa Durian Lingga, Kecamatan Namo Ukur, Kabupaten Langkat 
Jarak Tempuh: 1 jam dari Kota Medan




2. Sungai Asahan 

Sungai Asahan sangat menantang untuk berarung jeram. Tingkat kesulitan yang mencapai grade 4-5 membuat sungai ini sering dijadikan sebagai tempat pertandingan arung jeram tingkat nasional maupun internasional. Pengunjung akan mengalami petualangan seru saat menyusuri sungai yang berarus deras dan medan yang sulit sejauh 22 kilometer. 

Lokasi          : Desa Tangga, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan
Jarak Tempuh: 5 jam dari Kota Medan



3. Sungai Bah Bolon 

Rafting di Sungai Bah Bolon merupakan salah satu kegiatan petualangan seru saat berwisata ke Sumatra Utara. Lokasi ini merupakan tempat rafting (arum jeram) yang masih natural dan menyimpan berbagai keindahan akan pemandangan yang memukau. Pengunjung bisa melihat green canyon (tebing yang menjulang tinggi), air terjun bagula, magic wall, spring water, dan batu kodok saat melintasi jalur ini.

Lokasi          : Sipispis, Kabupaten Serdangbedagai
Jarak Tempuh: 3 jam dari Kota Medan



4. Sungai Wampu

Sungai Wampu melewati dua kabupaten ini, sekitar 140 km, hulunya terletak di Kabupaten Karo melalui Kabupaten Langkat dan bermuara di kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading, Langkat Timur Laut. Karena terdapat pada dua kabupaten, sungai ini pun dikenal dengan tiga nama. Masyarakat Karo menamakan Lau Biang atau Lau Tuala. Sedangkan orang Langkat menamakan Sungai Wampu dan masyarakat sungai yang hampir menuju muara menamakannya Sungai Ranto Panjang.

Sungai Wampu masih mampu memberikan keindahan. Wisata arung jeram adalah salah satu cara yang sangat efektif untuk bisa menembus tebing dan seakan-akan menemani sungai yang mengalir menuju muara. Saat ini, ada beberapa operator arung jeram di Sumut yang melayani wisatawan untuk menikmati keindahan Sungai Wampu. 

Ada tiga jalur yang dibuka untuk menikmati keindahan Sungai Wampu sekaligus menguji keberanian saat melewati jeram-jeram sungai, yang cukup besar.Pertama: dari Desa Kaperas, Kecamatan Salapian, Langkat, menuju jembatan Bahorok, Kecamatan Bahorok, Langkat, panjang lintasan 23 km atau 12 jam pengarungan. Di Jalur Kaperan-Jembatan Bahorok ini ada tempat yang bernama Pamah Durian yang sering dijadikan tempat beristirahat pengarung.

Kedua, yang juga berakhir di Bahorok, namun dengan waktu tempuh dua hari, dimulai dari Muara Lau Tebah, Karo, salah satu anak sungai yang hulunya di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Titik start dapat dicapai setelah berjalan kaki sekitar setengah hari dari Desa Simolap.

Ketiga, dimulai dari Desa Rih Tengah, Karo hingga Bahorok, lama pengarungan tiga hari. Untuk mencapai Rih Tengah menghabiskan waktu enam jam dari Medan.


5. Sungai Buaya 

Sungai Buaya merupakan salah satu sungai di Sumatera Utara yang layak diperhitungkan sebagai salah satu destinasi wisata arung jeram. Air sungai yang cukup jernih dengan debit yang cenderung stabil ini memiliki jeram-jeram pemacu adrenalin tetapi cukup aman bagi seorang awam. Dalam kondisi air yang normal, jeram-jeram di Sungai Buaya pada umumnya memiliki tingkat kesulitan II-III. Pada beberapa bagian, aliran sungai seperti membentuk selokan besar berdinding bebatuan alami dilengkapi beberapa air terjun mini. Hal inilah yang menjadi magnet tersendiri dalam mengarungi Sungai Buaya. Rute yang paling ideal untuk wisata arung jeram di Sungai Buaya berawal dari Desa Pagar Manik sampai dengan Desa Beganding, berjarak ± 5 Km dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. 

Lokasi          : Desa Pagar Manik, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang 
Jarak Tempuh: 2 jam dari Kota Medan



6. Air Terjun Sigura-gura

Air Terjun Sigura-Gura merupakan air terjun tertinggi di Indonesia, berketinggian 250 meter dan berada di bentang alam dekat dengan Danau Toba. Udara sekitar yang dingin dan sejuk adalah karakter tempat wisata di Sumatera Utara yang satu ini. Air terjun ini bersumber dari Sungai Asahan yang aliran airnya bermula dari Danau Toba. Aliran sungai dari air terjun Sigura-Gura ini kerapkali menjadi tempat kompetisi rafting di Indonesia dan dunia dengan aliran air yang deras dan berkontur bebatuan. 

Lokasi           : Kecamatan Merek, Kabupaten Karo
Jarak Tempuh: 5 jam dari Kota Medan

(Foro-foto:berbagai sumber)

Link: www.pegipegi.com, www.garuda-indonesia.comwww.traveloka.comwww.agoda.com