Monday, 30 March 2015

Melihat Sentra Perkebunan Kopi di Sumatera Utara

Di antara komiditi dari perkebunan, kopi kini menjadi salah satu andalan Provinsi Sumatera Utara. Nah, bagi Anda yang ingin mengetahui  lebih dekat, berikut ini Sentra produksi komoditi Kopi di sejumlah kabupaten yang dihimpun dari berbagai sumber:


1. Kabupaten Mandailing Natal
Kabupaten ini sangat dikenal dengan Kopi Mandailing, merupakan kopi Arabika Spesaliti. Keunggulan kopi ini dibanding kopi Robusta adalah, aroma yang lebih sedap, rasa yang lebih enak dan memiliki kadar kafein yang lebih rendah. Kopi Mandailing tumbuh pada ketinggian 1.700 mdpl terdapat di Kecamatan Ulu Pungkut (Hulu Godang), Kecamatan Pakantan dan Kecamatan Muara. 

2. Kabupaten Humbang Hasundutan 
Kabupaten Humbang Hasundutan merupakan salah satu sentra produksi kopi Arabika tersebar di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Paranginan, Kecamatan Lintongnihuta, Kecamatan Doloksanggul, Kecamatan Pollung, Kecamatan Sijamapollang dan Kecamatan Onanganjang. 
Keadaan ini tentunya didukung oleh letak geografis, suhu dan curah hujan yang sesuai untuk pertumbuhannya sehingga luas kebun kopi cenderung bertambah.
Kopi Lintong sebutan untuk kopi Arabika khas Humbang Hasundutan sudah dikenal jauh sejak ratusan tahun yang lalu dan kini menjadi trade mark yang  sangat terkenal di pasaran international dengan berbagai nama seperti” Sumatra Lintong Arabica, Sumatra Lintong Mandheling, Blue Batak, dan lain-lain.

Potensi Kopi di Kabupaten Humbang Hasundutan 

Produksi 2012 5.982 Ton
Produksi 2011 5.816 Ton
Produksi 2010 5.656 Ton

Data: Sumatera Utara Dalam Angka 2013

3. Kabupaten Dairi
Kabupaten Dairi memproduksi dua jenis kopi, yakni Arabica dan Robusta yang memiliki citarasa khas yang berbeda. Sebahagian bear home industry di kabupaten ini hanya mengelola kopi robusta saja. Sedangkan kopi arabika untuk diekspor. 
Berdasarkan data Kabupaten Dairi Dalam Angka 2012, perkebunan kopi di daerah ini seluas 18.999 hektar atau 9,86% dari luas wilayah Kabupaten Dairi 192.180 hektar. Kabupaten Dairi berada pada ketinggian  1.066 mdpl, sehingga cocok untuk budidaya kopi. 

Potensi Kopi di Kabupaten Dairi

Produksi 2012  11.145 Ton
Produksi 2010  12.847 Ton 
Produksi 2009   2.606 Ton
Produksi 2008  18.168 Ton

Data: Sumatera Utara Dalam Angka 2013

4. Kabupaten Samosir 
Di Kabupaten Samosir jenis tanaman kopi dikenal dengan nama Sigarar Utang. Kopi Sigarar Utang merupakan varietas unggul Kopi Arabica yang namanya telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 205/Kpts/SR.120/4/2005 Tentang Penetapan Varietas Kopi Sigarar Utang sebagai Varietas Unggul.
Dikatakan kopi Sigarar Utang karena petani beranggapan bahwa hasil kopi dapat segera membayar utang modal ketika menanam karena waktu tanam kopi ini sangat singkat, dimana kopi ini berbuah pada usia satu tahun delapan bulan. 
Kabupaten Samosir sangat berpotensial untuk usaha perkebunan kopi mengingat topografi yang berbukit. Sentra produksi komoditi Kopi di Kabupaten ini, yaitu di Kecamatan Ronggur Nihuta, Kecamatan Pangururan dan Kecamatan Palipi. 


5. Kabupaten Karo 
Tanaman kopi di Tanah Karo tersebar di seluruh Kecamatan dan yang paling luas secara berturut terletak di Kecamatan Merek, Tiga Panah, Simpang Empat, Payung dan Munthe. Saat ini Kecamatan Merek lebih dikenal sebagai sentra produksi Kopi, karena wilayah ini merupakan garis pengembangan tanaman Kopi dan kini mencapai 1500 Ha. Kopi yang dikembangkan adalah jenis Arabica. 
Pada masa akan datang Kecamatan Merek direncanakan menjadi daerah KIMBUN-KOPI dimana mulai dari proses penanaman sampai pengolahan menjadi bubuk dipusatkan di Kecamatan Merek. Kini tercatat seluas 5.045 Ha dengan produksi 10.837,85 ton tanaman Kopi yang ada di Kabupaten Karo.

6. Kabupaten Tapanuli Utara
Di Kabupaten Tapanuli Utara, tanaman kopi  merupakan salah satu komoditi unggulan perkebunan rakyat dan primadona yang telah lama dikembangkan/dibudidayakan masyarakat secara turun-temurun di hampir semua kecamatan. Spesies yang dikembangkan diantaranya Kopi Arabica, Kopi Liberika dan Kopi Robusta. 
Tanaman Kopi Lintong dari spesies Arabika telah dikenal di mancanegara yang memiliki keunggulan komperatif dibanding kopi lain di Indonesia. Kopi Lintong merupakan Natural Endowment bagi Kabupten Tapanuli Utara yang memiliki keunggulan cita rasa seperti: aroma, taste dan flavor yang prima serta mutu yang lebih tinggi. 
Luas Areal perkebunan kopi 21.362 Ha tersebar di 15 kecamatan dengan produksi 8.058,88 ton. 

7. Kabupaten Simalungun
Tanaman kopi di Simalungun diusahakan di 18 kecamatan, sebagai sentra produksi terdapat di kecamatan: Raya, Panel, Sidamanik, dan Dolok Pardamean, menyusul kecamatan : Silima Kuta, Jorlang Hataran, Dolok Silau, Purba, GS Bolon dan Dolok Panribuan.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan, spesies kopi yang dikembangkan di Kabupaten Simalungun, yakni Kopi Robusta dan Kopi Arabika. Luas lahan Kopi Robusta 2.682,9 ha dan kopi Arabika 7.283,41 ha.  
Kabupaten Simalungun yang berada di ketinggian 1.000-1.400 meter di atas permukaan laut sangat cocok dan ideal untuk tanaman kopi. (Midian Coki)
Post a Comment