Thursday, 19 March 2015

Tampil Anggun dengan Kuku Indah

Foto: www.suryaonline.co
Jari mungkin merupakan bagian kecil dari penampilan seorang wanita. Keindahan jari pun saat ini sudah mendapat perhatian khusus bagi wanita, bahkan pria. “Perkembangan nail art dimulai sekitar tahun 2005 lalu,” ujar Mony pemilik D’ Nail Studio.

Saat ini keindahan jari merupakan faktor penting yang harus diperhatikan seorang wanita. Salah satu nya adalah keindahan kuku jari tangan dan kaki. Walaupun ukurannya kecil, tetapi kuku merupakan point penting untuk menunjang penampilan. Tak ayal dewasa ini kaum wanita juga menyisihkan budget mereka untuk melakukan perawatan kuku.

Peluang inilah yang dimanfaatkan Mony menjadi bisnis kecantikan berbasis nail art. D’Nail Studio hadir di Level 1 Zone A-37 Sun Plaza Medan sejak tahun 2004 lalu. “Kuku merupakan faktor pendukung penampilan seorang wanita. Jadi kebersihan dan keindahan kuku juga harus diperhatikan,” ujar Mony.

Beberapa istilah perawatan kuku yakni manycure (tangan)dan pedicure (kaki). Manycure merupakan perawatan khusus yan dilakukan untuk bagian tangan. Langkah perawtan ini termasuk pembentukan kuku, pembersihan kuku, perawatan kutikula kuku dan pewarnaan kuku (kutex). Manycure bertujuan untuk menjaga kelembapan kulit tangan serta mengangkat sel-sel kulit mati.

Perawatan yang sama untuk bagian kaki atau dikenal dengan istilah juga bertujuan untuk menjaga kebersihan kuku kaki dan menjaga keindahan kuku kaki. Selain manycure dan pedicure terdapat juga perawatan berupa Spa Pedicure/Manycure.

“Perawatan spa manycure/pedicure prosesnya sama dengan manycure/padycure tetapi dilengkapi lagi dengan penggunaan lulur dan scrub untuk melembutkan dan membersihkan kulit kaki dan tangan,” ujar Mony.

Selain itu de’ Nail Studio juga menyediakan fasilitas lainnya berupa natural nail tips extension berupa pemasangan kuku palsu, French nail (pewarnaan menggunakan 2 warna), sculptured nail extention, 3D nail art, nail painting, nail piercing, gem stone,maebelizer dan hand/foot paraffin bath (perwatan dengan menggunakan lilin).

Wanita harus memperhatikan keindahan tangan dan kaki mereka. Penggunaan warna yang cerah akan mempercantik penampilan kuku. “Ada beberapa jenis pewarnaan kuku misalnya french nail yaitu perpaduan dua warna kutex. Ada juga kreasi lainnya berupa 3D,  gem stone (kristal), ada juga yang menggunakan mutiara untuk menambah kesan klasik,” ungkap Moni.

Kriteria kuku sehat dapat dilihat dari bentuk kuku yang melengkung, kuat, dan pertumbuhannya 2-3mm dalam kurun waktu 2 minggu. Beberapa masalah kuku yang sering muncul diantaranya ingrown toemeo (kuku tumbuh ke dalam daging), kuku rapuh, kuku berbentuk kipas dan kuku berjamur. Keseluruhan masalah tersebut dpat diatasi dengan perawatan secara kontinue.

Kapalan dan kulit pecah-pecah juga sering terjadi pada kulit kaki dan tangan. Hal ini dapat diantisipasi dengan pemberian lotion/cream pada kulit kaki dan tangan serta penggunaan vitamin pada kuku dan kutikula kuku. Vitamin berfungsi untuk merangsang pertumbuhan kuku baru, menjaga kelembapan kuku dan penguatan kuku.

Flek hitam pada kulit tangan dan kaki dapat dihilangkan dengan menggunakan paraffin atau lilin. “Lilin dicairkan dan ditunggu hingga suhunya turun kemudian kaki dan tangan direndam dalam lilit,” ujar Moni.

Penggunan kutex juga harus diperhatikan. Kandungan kimia dan zat pengawet dalam kutex dapat menyebabkan kerapuhan kuku, untuk itu sebaiknya pemakaian kutex tidak lebih dari 2 minggu terutama pada penggunaan kutex berwarna tua seperti coklat, hitam, merah tua dan lainnya. Sebaiknya setelah 2 minggu pemakaian kutex, kuku harus “distirahatkan” 2 hingga3 hari. Penggunaan jangka panjang kutex dengan harga miring juga sebaiknya dihindari.

Dalam perkembangannya tak hanya wanita saja yang memperhatikan kebersihan kuku mereka. Kaum pria pun tak mau ketinggalan. “kami juga memiliki pelanggan pria. Pada umumnya perawatan kuku pada pria sama dengan wanita hanya saja mereka menggunakan produk kutex yang dikhususkan untuk pria,” ungkap Moni.

Foto: www.nyata.co.id

Nail Latte
Perawatan dan seni memperindah pada kuku juga dilayani Nail Latte berlokasi di Jalan Gatot Subroto Nomor 120, Simpang, Sei Deli, sejak 24 Desember 2011 lalu. Nail Latte menawarkan berbagai bentuk pelayanan dan produk dalam memanjakan kuku bagi yang peduli dengan kesehatan kuku dan penampilan  kesan indah dan menawan.
Nail Latte menyediakan 300 varian stiker kuku yang dijamin menyatuh langsung dengan kuteks dengan ketahanan  bisa mencapai selama 2 bulan. Selain itu juga melayani pemasangan kuku palsu (artificial).
Bedanya, disini pelayanan hanya diberikan bagi kaum wanita semata. Namun demikian merangkul seluruh segmen usia, mulai dari anak-anak, sampai berstatus orang tua. Tarif yang dikenakan pun bervariasi tergantung dari keinginan konsumen sendiri.  
Misalnya, untuk kuku berpenampilan polos pada kuku bagian tangan (manicure) dikenakan Rp 40 ribu. Pada bagian kaki (pedicure) dikenakan Rp 60 ribu.  Bagi yang ingin kuku dihias dengan gambar dikenakan Rp 80 ribu pada tangan dan pada kaki Rp 100 ribu. “Tahapan service yang kita berikan mulai dari membentuk, merapikan cutcle, mewarnai, lukis kuku,” sebut Ervi Juliana salah satu pemilik  Nail Latte.
Yang membedakan bentuk pelayanan Nail Latte dengan perawatan kuku lainnya di Medan, pengerjaanya dilayani secara langsung Ervi Juliana sendiri. Ervi Juliana sendiri pernah mengikuti pendidikan kuku di Singapura. Ini lah membuat Nail Latte sangat menjaga mutu pelayanan.  “Namun, kita baru melayani bila ada janji dahulu,” ujarnya.
Tak hanya, menerima service kuku, Nail Latte juga menjual produk-produk kesehatan dan perawatan kuku, seperti kuteks merek OPI Original, Orly untuk french kuteks,  produk untuk memutihkan kulit dan mengangkat sel-sel mati seperti Scrubbing salt dengan 5 varian aroma, Polish Solvent mengengencangkan kutek dan Polish Remover menghapus kuteks.  
Untuk vitamin tersedia Base Coat, Top Coat untuk mengkilatkan kuku dan masih banyak lagi yang sangat bermanfaat bagi kuku. “ Jadi selain service kita juga melayani penjualan produk. Selain itu kita juga membuka kursus kuku dan setelah menyelesaikan kurus akan diberikan sertifikat,” papar Ervi Juliana. (midian coki)


Post a Comment