Tuesday, 31 May 2016

Gadis Batak Segudang Prestasi di Tarik Suara

Niesya Ridhania Harahap, putri tunggal pasangan Drs Irwansyah Harahap, M.A dan  Dra Rithaony Hutajulu, M.A ini memiliki segudang prestasi dan pengalaman dalam bidang tarik suara. Sejak kecil, dirinya sudah terinspirasi oleh kedua orangtuanya yang merupakan seniman, tak heran darah seni memang sudah mengalir dalam dirinya. 

Gadis kelahiran Medan, 19 Januari 1996 ini sangat gigih dalam mengasah potensinya sejak usia dini, tak heran hingga kini, kerja kerasnya berbuah baik. Niesya, sapaan akrabnya memang tergabung dalam band dan komunitas jazz. Niesya mengatakan, dengan hal ini ia dapat menyalurkan bakatnya dan waktunya untuk hal positif sehingga dapat menjadi kebanggaan bagi keluarga dan menjadi inspirasi bagi remaja lainnya.

Dari hasil kerja kerasnya dalam tarik suara, dia kerap kali menjuarai festival band di Kota Medan, dan menjadi penyanyi di acara Sumatera Jazz Festival yang diadakan di Kota Medan. Bahkan pada tahun 2015 lalu ia dipercaya untuk menjadi perwakilan dari Indonesia sebagai vokalis di acara "Frankfurt Book Fair" yang diadakan di Jerman, untuk membawakan lagu tradisional dari etnis Batak Toba.

Tak hanya bersuara emas, gadis berparas cantik ini juga mahir dalam menari khusunya tarian kesenian tradisional. Untuk menuangkan bakatnya tersebut, Niesya kerap kali mengikuti acara kesenian baik didalam maupun diluar negeri. Seperti halnya ketika ia membawakan tarian dari etnis Aceh dan Batak di Festival Tari Antar Bangsa yang diadakan di Kuching, Sarawak, Malaysia tahun 2010 lalu. Bukan hanya ke negeri Jiran, langkah kaki Niesya dalam membawa kesenian tradisional Indonesia telah sampai ke negara Eropa tepatnya di Jerman dalam acara Frankfurt Book Fair sebagai penari tunggal etnis Batak Toba.
 
Menurut Noesya, antara seni modern dan seni tradisional haruslah seimbang, karena merupakan tanggung jawab kita sebagai generasi muda untuk dapat melestarikan warisan peninggalan leluhur Nusantara. Dirinya berharap, semakin banyak remaja yang peduli dan sadar akan betapa beragamnya kebudayaan yang dimiliki negara kita Indonesia. Jangan sampai budaya yang kita miliki tergerus oleh budaya asing yang dibawa oleh arus globalisasi.


Berikut prestasi yang pernah diraih oleh Niesya Harahap :
2009 di Wellington, New Zealand bersekolah  selama 3 bulan di Thorndon School, ikut serta memainkan              gamelan jawa dalam konser fairwell suarasama di Victoria University Music Hall
2010 sebagai performer dan peserta dalam festival tari antar bangsa di Kuching Sarawak Malaysia
2013 juara 1 kompetisi band SMA.Harapan
2013 juara 2 kompetisi band se Kota Madya Medan yg diselenggarakan keDubes AS "solidarity through
         music competition"

Thursday, 26 May 2016

Lima Anak Medan Ini Dirikan Band Aliran British Rock



Equaliz merupakan band lokal asal Kota Medan yang beranggotakan Benny Tambak (vokalis), Samuel Manik (gitaris), Joseph Reno (bassis), Ryan Ambarita (keyboardis), dan Pande Goppas (drummer).

Memiliki visi misi yang sama dalam bermusik, salah satu alasan Benny dan teman-teman membentuk band ini.

Band beraliran british rock ini memulai perjalanan bermusik mereka pada tanggal 1 Oktober 2014.

Meskipun aliran musik ini masih cukup asing, namun cukup menarik perhatian para penikmat musik khusunya di Kota Medan.

Equaliz yang artinya sama dengan atau setara, sudah mengeluarkan empat buah single diantaranya Pergi-pergilah Kau, Sesal, Wanita Malam, dan single mereka yang berjudul Go Ahead (Kita Bisa, Kita Mampu) yang sudah diperdengarkan di radio.

Single mereka ini bukan hanya ingin menampilkan kisah percintaan pada lagu umumnya, namun juga tentang perjuangan dalam meraih mimpi. Pesan lagu ini merupakan salah satu bukti Equaliz dalam meraih prestasi yang sudah mereka dapatkan selama kurang dari dua tahun.

“Lagu Go Ahead kami pilih sebagai single pertama dari Equaliz karena memiliki makna yang besar. Kami berharap lagu ini dapat memotivasi para anak muda khususnya di kota Medan untuk pantang menyerah dalam mencapai mimpi”, ucap Benny sang vokalis yang gayanya mirip dengan penyanyi terkenal bernama Ipang.

Sebelum bergabung dengan Equaliz, para personilnya juga sudah memiliki prestasi serta pengalaman bermusik yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Benny sang vokalis bersama Ryan pernah tampil di festival musik di Thailand serta Itali.

Lain halnya dengan Samuel dan Goppas yang sudah kerap mengiringi para musisi ibukota seperti Judika, Viki Sianipar, Kotak Band sampai tampil dalam festival musik bergengsi Java Jazz.

Tidak mau kalah dengan para seniornya, sang bassis, Joseph Reno yang merupakan personil termuda ini juga pernah menjuarai kompetisi Yamaha Drum & Guitar Competition.

Semua pengalaman inilah yang membuat Equaliz bisa menyambet beberapa prestasi yang tentunya tidak semua orang bisa mendapatkannya. Dimulai dari festival Samosir sampai dengan menjuarai Soundsation 2015 silam. Tidak hanya sampai disini, kerja keras mereka itu menerbangkan mereka untuk tampil dalam acara Soundrenaline di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali.

Saat ini, Equaliz juga sedang dalam proses pembuatan mini-album, nantinya akan ada dua tambahan lagu lagi untuk mengisi mini-album mereka. Rekaman lagu-lagu serta pembuatan video klip pun sedang dalam proses. Latihan yang dilakukan rutin setiap minggunya juga dilakukan demi menunjang penampilan mereka jauh lebih baik lagi.

Equaliz kini juga aktif tampil dalam beberapa acara musik di Kota Medan, seperti akhir April kemarin mereka tampil sepanggung dengan band asal ibukota Jamrud dalam konser bertajuk Soundsation With Jamrud yang diadakan di Lapangan Gajah Mada Krakatau, Medan.

Bukan hanya itu saja, Equaliz akan kembali mengisi panggung Soundsation yang diselenggarakan pada 7 Mei 2016 dan bertempat di Lapangan Merdeka, Tebing Tinggi. Rentetan tawaran manggung dan prestasi yang diraih Benny dan teman-teman dapat dijadikan bukti bahwa Equaliz bukan band lokal biasa.https://youtu.be/c2nlJ1YD4w0

Saturday, 21 May 2016

Chelsea Hadi Gandeng Happy Orchestra Hasilkan Rekaman Kolaborasi


Berkolaborasi adalah hal yang sudah tidak jarang dilakukan oleh para musisi. Namun, berkolaborasi bukanlah hal yang mudah. Butuh kerjasama dan profesionalisme yang tinggi dalam proses pembuatannya.

Baru-baru ini, Chelsea Hadi penyanyi asli Medan yang merupakan finalis Indonesia Mencari Bakat 2014 dan juga Indonesian Idol merilis rekaman yang terbilang cukup menarik dan hebat lewat kerjasamanya dengan Happy Orchestra & Entertainment. Tim orkestra ini sendiri juga merupakan tim orkestra yang berasal dari Medan. Sungguh hal yang membanggakan bagi kota ayam kinantan.

Projek rekaman bertema Disney Medley ini dilangsungkan di salah satu studio rekaman terbesar di Medan yaitu MMA records. Pada rekaman tersebut, aransemen musik yang dibuat oleh Happy Orchestra dipadukan dengan vokal Chelsea Hadi. Hasilnya, rekaman tersebut menjadi Disney Medley Song (perpaduan beberapa lagu Disney) yang sangat bagus.

Hasil rekaman tersebut bahkan sudah diupload oleh akun resmi Happy Orchestra & Entertainment pada situs youtube dan sudah ditonton oleh banyak pengguna youtube. Rekaman ini diselesaikan dalam kurun waktu satu bulan, dimulai dibulan april dan diselesaikan baru-baru ini.

Projek rekaman ini bukanlah rekaman pertama yang dilakukan oleh Chelsea Hadi. Penyanyi kelahiran Medan 21 Juli 1996 ini juga pernah melakukan rekaman bersama salah seorang music director Trans TV ketika Chelsea Hadi diberikan kontrak eksklusif oleh stasiun TV tersebut. Remaja yang akan segera genap berusia 20 tahun ini merasa puas dengan hasil rekaman bersama Happy Orchestra.

“senang dan bersyukur bisa terlibat di projek ini  dan hasilnya sangat memuaskan”, tutur penanyi bertubuh mungil tersebut.

Kolaborasi hebat yang mereka hasilkan seakan semakin membuktikan Kota Medan sebagai sarang para musisi-musisi bertalenta yang dapat menciptakan karya-karya yang hebat pula. Hasil rekaman tersebut dapat dilihat di link berikut ini https://www.youtube.com/watch?v=ncfTAw0ISq0 .