Thursday, 9 June 2016

Mengenal Gok Parasian Meraih Segudang Prestasi Musik


Bakat di bidang musik dan tarik suara sudah diasahnya sejak di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Usahanya pun berbuah manis. Segudang prestasi kini sudah diraih. 
Bagi kalangan pecinta musik dan tarik suara di Kota Medan, sosok Gok Parasian Malau sudah tidak asing lagi. Betapa tidak, alumnus Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (USU) 2011 ini, menyimpan segudang prestasi di bidang musik dan tarik suara.

Simak saja dari sederetan prestasi dari perlombaan seni musik yang pernah diikuti Gok Parasian Malau. Pada tahun 2012 lalu, dia meraih juara Pertama pada "USU Idol" Lomba Kesenian di Medan. Kemudian Juara Pertama "Bintang Radio Republika Indonesia Medan" Ke Papua 2013, Juara I Vocal Solo "Batak Sedunia" di Medan 2013, Juara I "Band Nort Sumatera Etnic Project" Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Jakarta 2013, Juara I "Festival Danau Toba 2014", Juara I "Cover Magazine" di Medan 2014, Peserta "X Factor Group GO GO I Voice 2014" di Jakarta dan Peserta "The Voice" bulan April di Battle Round Jakarta 2016.

Tak heran, pria kelahiran Pangururan, 12 Maret 1993 ini mampu mengelilingi beberapa wilayah nusantara dan beberapa kota di pulau Sumatera, Jawa dan Papuas ecara gratis karena berhasil memenangkan beberapa perlombaan musik dan tarik suara.

Seluruh prestasi diperoleh Gok Parasian Malau tentunya dari hasil kerja keras. Gok telah mengasah bakatnya sejak duduk di bangku SMP. Dia kerap menyanyi di berbagai acara pesta yang ia hadiri semasa kecilnya di tempat kelahirannya di Tanah Batak. Dari pengalaman sederhana inilah, mental serta bakatnya semakin terasah hari demi hari hingga mampu menyandang prestasi yang gemilang dalam seni musik seperti saat ini.

Walaupun sangat disibukkan dengan berbagai aktivitas untuk mengikuti perlombaan, namun di bidang akademik ia tidak pernah ketinggalan pelajaran. Gok selalu berkonfirmasi dengan dosennya terkait dengan mata kuliah tertentu yang berbenturan dengan waktu audisi.

Selain aktif dalam mengikuti berbagai ajang perlombaan di dunia musik, Gok juga merupakan mahasiswa yang aktif berorganisasi. Salah satu organisasi yang diikutinya adalah Paduan Suara Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (PSM-USU) yang merupakan wadah untuk mengasah bakat dan kemampuannya. Tidak hanya itu, ia juga senantiasa berusaha untuk menyeimbangkan hal duniawi dan hal rohani dengan aktif melakukan pelayanan di setiap Minggunya di dalam gereja.

Di kota Medan, Gok sudah sering menghadiri berbagai undangan yang berbau musik. Dia berkiprah di dalam grup band selama empat tahun bersama: David Simanung Kalid (2005) Drum, David Siagian (2009) Sexophone, Samuel Manik ( 2009) Gitar, Alfred (2011) Bass, Berlin Tambunnan (2002) Keybord, Rian Ambarita (2009) Keybord, Bonggut Sidabutar (2007) Suling, Zany Marbun (2011) Tagading, Gok Parasian (2011) Singer, Mutiara Tobing (2012) Singer dan Linvia Purba (2011) Singer.

Pria yang merupakan anak ke tujuh dari tujuh bersaudara ini telah dididik di dalam keluarga berdarah Batak yang cukup keras dan disiplin. Hidup Adalah Perbuatan Maka Berbuatlah Untuk Hidup, motto hidup yang mampu memotivasi banyak orang dan telah dijadikannya sebagai pengobar semangat untuk berkarya.

Monday, 6 June 2016

Berdayakan Perempuan Pedagang Jamu dan Gorengan

Para Mahasiswi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (Fisip-USU) sebagai pendamping di Yayasan Perempuan Perkotaan Medan (YP2M)
Tiga dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (Fisip-USU), yakni Dra Mazdalifah M.Si Ph.D, Dra Dayana M.Si dan Dra Lina Sudarwati M.Si, mendirikan Yayasan Perempuan Perkotaan Medan (YP2M). Yayasan yang didirikan sejak tahun 2000 ini mengemban visi mensejahterakan kaum perempuan.

Faradilla, Press Officer Mirror Publisher, Senin (6/6/2016), mengatakan, Untuk lebih memfokuskan target, YP2M memilih perempuan–perempuan penjual gorengan dan jamu gendong yang tersebar di lima kelompok di kota medan, yaitu di Pasar Tujuh, Permai, Halat, Karya Tani dan Karya Wisata.

Setiap satu daerah memiliki satu orang pendamping lapangan yang telah ditetapkan oleh YP2M. Para pendamping di Yayasan ini masih berstatus mahasiswi.

"YP2M sendiri memilih penjual jamu dan tukang gorengan karena mereka menilai selama ini pemerintah masih kurang memperhatikan kesejahteraan para perempuan tersebut," ungkap Faradilla.

Kegiatan utama yayasan ini sebut Faradilla, adalah memberikan dana bergulir berupa bantuan modal usaha, yang akan dikembalikan dalam waktu satu tahun oleh para perempuan yang merupakan anggota YP2M, proses pengguliran dana hanya dari cicilan satu kelompok ke kelompok yang lain.

Keuntungan yang ada, diputar untuk keperluan operasional yang bermanfaat hanya bagi anggota. Kegiatan ini murni dilakukan atas dasar kepedulian terhadap para perempuan dan yayasan ini tidak menerima ataupun meminta imbalan kepada orang–orang yang bersangkutan.

"Setiap bulan diadakan pertemuan rutin untuk membahas bagaimana keadaan pengguliran dana yang sedang berlangsung tersebut, apakah ada kendala atau tidak, selain itu mereka juga dibagikan sedikit materi, jadi selain pinjaman dana, mereka juga mendapatkan sedikit ilmu pengetahuan. Adapun pengetahuan yang dibagikan seputar politik, agama, anak dan pengelolaan uang," sebut Faradilla.

Pemateri yang dimaksud adalah orang–orang yang diundang oleh YP2M dan dipilih sesuai dengan materi yang akan mereka bagikan, bahkan terkadang pematerinya adalah tenaga pendamping lapangannya itu sendiri.

"Dan hingga saat ini, YP2M telah memberikan dampak positif bagi para penjual jamu dan gorengan yang awalnya tidak bisa membaca dan menulis, sekarang sudah bisa, mereka juga sudah berani bicara didepan publik, bahkan ada yang bisa membuka pertemuan setiap bulannya sehingga tenaga pendamping lapangan hanya mengawasi jalannya pertemuan bulanan tersebut," pungkas Faradilla.

Friday, 3 June 2016

Mahasiswi USU Ini Terpilih Delegasi Simulasi Sidang PBB di London

Alya ( kiri foto ) dan rekan berfoto dengan Dubes RI untuk London
Setiap orang memiliki sosok tokoh yang menjadi panutan hidupnya. Rajin, pintar, cerdas,  disiplin dan humble itulah yang terlihat dari sosok sehari-hari Tengku Alya Nabila. 

Tengku Omar Azfar Haqqany, atau yang akrab dipanggil dengan Omar adalah alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Jawa Barat yang pernah terpilih  mewakili UNPAD di Harvard National Model United Nations (HNMUN) tahun 2015 lalu.

“Dia punya target yang dia (Tengku Omar Azfar Haqqany) buat sendiri dan itu selalu berhasil dicapai karena ketekunannya” ungkap Tengku Alya Nabila.

Tengku Alya Nabila melihat keberhasilan “abang”nya sebagai motivasinya untuk tetap terus aktif lagi di dunia debat. Tengku Alya Nabila pernah mengikuti beberapa Debat bahasa inggris disaat  berada di Sekolah Menengah Atas (SMA).

Menurut Alya, Debat adalah perlombaan yang menyenangkan. Selain itu juga menambah lebih banyak wawasan dan permasalahan yang ada di negeri Indonesia. Semenjak saat itu, Alya sangat rajin mencari banyak informasi mengenai debat bahasa inggris. Omar menyarankan adiknya untuk mencoba mendaftarkan diri di tingkat yang lebih atas seperti, London International Model United Nations (LIMUN).

LIMUN adalah pertemuan tahunan yang merupakan sarana pembelajaran diplomasi antar negara melalui aimulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Lewat pertemuan ini para pelajar dari seluruh dunia juga diharapkan untuk memiliki kesadaran akan isu-isu global. Mengetahui informasi ini, alya mendaftarkan dirinya dengan beberapa test yang dilakukan oleh pihak LIMUN sendiri. Alya tidak menyangka, bahwa Ia akan mewakili Universitas Sumatera Utara (USU) di ajang bergengsi itu.

Kemauan, tekad dan komitmen adalah tiga hal yang dimiliki oleh Alya untuk dapat berkesempatan menjadi salah satu delegasi Universitas Sumatera Utara (USU) untuk LIMUN.

“Kalau saya, selalu berusaha nyari terus informasi tentang LIMUN ini, jadi pas LIMUN hadir di Kota Medan aku langsung “apply” dan ngikutin prosedur menjadi salah satu delegasi.” tutur Alya.
Bagi Alya usaha adalah sesuatu yang sangat penting untuk dapat meraih yang sebuah cita-cita, karena tanpa usaha cita-cita itupun hanyalah mimpi belaka. (inforajawali.com)